Eks Bos INTI Beberkan Masalah Keuangan Perusahaan

IN
Oleh inilahcom
Selasa 25 Februari 2020
share
Darman Mappangara - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Tak sedang bercanda, mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero/INTI), Darman Mappangara membeberkan kesulitan keuangan yang perusahaannya.

Hal itu disampaikan Damran terkait perkara dugaan suap proyek Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo. Kata dia, PT INTI terbelit utang Rp1 triliun di 2 bank pelat merah yakni Bank Mandiri dan BRI.

Utang tersebut, lanjut Damrn, merupakan warisan dari kerugian sejak 2013-2016. Ketika menjabat dirut INTI, Darman terpaksa melakukan peminjaman dengan jaminan pribadi, di luar pembukuan perusahaan. "Itu saya lakukan agar dapat menjaga operasional PT INTI tetap berjalan untuk pembayaran gaji, tagihan rekanan dan kegiatan pemasaran," ujar Darman di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Menurut Darman, usaha pendanaan yang diajukan ke Kementrian BUMN tidak mendapat respons positif, dan memerlukan proses rumit. Pinjaman dari Andra Y Agussalam merupakan salah satu dari sekitar 20 investor yang bekerja sama untuk membantu meminjamkan dana operasional PT INTI.

Oleh karena itu, kata dia, saat OTT KPK uang yang diduga suap sebesar SGD 96.700, merupakan bagian dari cicilan pembayaran utang ke-12. Jadi bukan uang suap seperti dituduhkan KPK kepadanya. "Total pengembalian sudah mencapai Rp. 4.7 milyar. Bukti perjanjian pinjam meminjam tertanggal 12 Juli 2018, antara saya dan Andra Y Agusalam," jelasnya.

Untuk membuktikan uang tersebut bukan suap, Darman mempersilahkan penyidik KPK melakukan pemeriksaan foreksi menyangkut keaslian dokumen dan meterai yang dipakai dalam perjanjian.

"Saya kecewa dengan penyidik KPK yang telah ditunjukkan dokumen asli peminjaman uang dari saudara andra Y Agussalam, tertanggal 12 Juli 2018, pada saat terjadi OTT namun menganggap palsu karena alasan pinjam meminjam adalah klasik," jelasnya.

Bukti kedua, kata dia, chating wa dan rekaman tidak seluruhnya dipergunakan sebagai fakta. Bahwa memang terjadi pinjam meminjam dan proses pengembalian hutang antara dirinya dan Andra Y Agussalam sejak Juli 2018 sampai terjadinya OTT.

"Kenapa usaha saya menyampaikan kebenaran bahwa pinjam meminjam itu benar adanya dan menolak mengakui sesuatu yang tidak saya lakukan dianggap poin memberatkan tuntutan Jaksa Penuntut yang terhormat kepada saya? Haruskah saya berbohong untuk mendapatkan simpati Jaksa Penuntut? Berbohong demi dapatkan keringanan hukuman? Demi Allah saya akan tetap sampaikan kebenaran untuk dapatkan keadilan dan tidak takut kecuali kepada Allah," tegasnya. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA