Banjir Jakarta Telan Dua Korban Jiwa

HK
Oleh Happy Karundeng
Rabu 26 Februari 2020
share
(Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Banjir yang melanda Jakarta sejak Selasa (25/2/2020) dini hari mengakibatkan korban jiwa. Dari data yang didapat, dua orang meregang nyawa lantaran terseret arus.

Yang pertama adalah seorang bernama S (14). Dia ditemukan meninggal dunia di tepi Kali Mangga Besar. Sulton hanyut terbawa arus setelah berhasil menyelamatkan dua bocah yang berenang di sana. Padahal, saat itu arus Kali Mangga Besar cukup deras.

"Tidak lama kemudian anak itu berhasil diselamatkan oleh korban Sulton dengan cara dipanggul di bagian pundak. Karena tidak kuat lagi, Sulton pun mengoper dua orang anak tersebut kepada temannya Arian dan berhasil diselamatkan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya Khadafi saat dikonfirmasi wartawan.

Warga sekitar sebenarnya sempat memegang tangan korban ketika terseret arus sungai di sekitar Jembatan Beton. Namun, karena kuatnya arus pegangan warga terlepas dan korban tetap hanyut. Setelah melewati jembatan, korban tenggelam dan tidak terlihat lagi. Kemudian, tim SAR dibantu aparat kepolisian terjun ke lokasi untuk mencari korban.

"Tim berhasil menemukan korban di bagian kiri kali dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya, korban di bawa ke rumah orang tuanya," katanya.

Korban kedua adalah seorang santri Pondok Pesantren Darul Islah bernama Agus Wijayanto. Dia ditemukan meninggal dunia di bantaran Kali Mampang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menyebut korban awalnya ditemukan oleh seorang warga yang tengah membersihkan lumpur sisa banjir.

Saat itu korban dalam keadaan tengkurap. Tenemuan jenazah ini kemudian dilaporkan ke polisi. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pusat Fatmawati untuk diautopsi.

"Saksi mendekat dan memastikan bahwa yang dilihat adalah mayat seorang laki-laki. Selanjutnya, saksi menghubungi Bapak RT setempat dan mengevakuasi korban ke pinggir kali. Korban diketahui berenang bersama teman-temannya pada pukul 09.00 dan diduga hanyut pukul 10.00 WIB. Polsek Mampang berkoordinasi dengan Polsek Pancoran untuk menghubungi pihak pondok pesantren," kata Yusri menambahkan. [ton]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA