Visa Umrah Dihentikan, Ini Kata Ridwan Saidi

WN
Oleh Willi Nafie
Kamis 27 Februari 2020
share
Budayawan Ridwan Saidi

INILAHCOM, Jakarta - Budayawan Ridwan Saidi menilai soal penghentian sementara jemaah umrah dari Indonesia oleh pihak Arab Saudi merupakan hak daripada Arab Saudi. Hal ini terkait maraknya virus corona.

"Itu hak masing-masing kerajaan untuk mengamankan dirinya, kita ga biza campuri. Dia punya pertimbangan sendiri untuk menetapkan itu,"kata Ridwan saat Kongkow Kamisan, di Warung Makar, Golodog, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Ridwan pun meminta seluruh pihak tidak kecewa dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah Arab Saudi.

"Tiket nya kaga batal, cuma ditunda. Ya sabar dikit lah. Sabar aja ibadah kan, itu kan konservasi energi, betul gak," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama Ridwan Saidi, Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma, dan Koordinator Gerakan Perubahan (Garpu) Muslim Arbi dan sejumlah aktivis serta tokoh masyarakat berkumpul di Warung Makar.

Lewat acara 'Kongkow Kamisan' ini, para tokoh dari berbagai kalangan itu sepakat untuk memulai gerakan 'Persatuan Bangsa.' Sebuah gerakan yang bertujuan untuk merangkul seluruh anak bangsa untuk kembali bersatu dan menyudahi semua kegaduhan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

"Sebenarnya pembicaraan ini mengalir begitu saja dengan Lieus. Lieus bilang 'persatuan kita yang sedikit berkabut, nggak ada orang yang memulai (merajut kembali persatuan). Gimana kalau di Warung Makar ini kita buat acara.' Itu mulainya. Saya jelaskan 'saya tidak mau bicara politik, saya mau bicara peradaban disini (Warung Makar)," kata Ridwan Saidi.

"Saya bilang 'Bakmie Makar itu dikasih sub judul Warung Peradaban. Disinilah kita memulai kembali.' Kemudian ada sokongan dari Muslimin Arbi, aktivis yang kita tidak ragukan lagi. Ayo kita bekerja sekarang untuk persatuan bangsa. Mana yang paling krusial, misalnya hubungan orang Thionghoa dengan yang lainnya, ayo kita mulai selesaikan, kenapa nggak," ujarnya.


Senada disampaikan Lieus Sungkharisma. Ia menyebut, akhir-akhir ini energi bangsa nyaris terkuras habis hanya karena ribut-ribut soal perbedaan antara satu kelompok dengan kelompok lain, terutama perbedaan pilihan politik.

"Setiap hari kita hanya menghabiskan energi karena ribut-ribut soal beda pilihan politik. Padahal masih banyak urusan bangsa ini yang jauh lebih penting. Tapi kita terus menerus terjebak dalam pemikiran dan tindakan yang menonjolkan perbedaan," ungkapannya.

Untuk mengakhiri semuanya itu, lanjut Lieus, semua elemen bangsa harus bersatu. "Sudahi semua perdebatan- perdebatan yang tidak perlu. Sekarang ini bukan lagi saatnya kita bicara nomor satu, nomor dua, tapi nomor tiga, Persatuan Indonesia," pungkasnya. [adc]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA