Imam Nahrawi Cecar Saksi Soal Operasional Menteri

IS
Oleh Ivan Setyadhi
Kamis 27 Februari 2020
share
Terdakwa Eks Menpora, Imam Nahrawi - (Foto: Inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Terdakwa Eks Menpora, Imam Nahrawi mencecar saksi
eks Kepala Biro Keuangan Kemenpora, Bambang Tri Joko, terkait permintaan dana operasional tambahan untuk menteri.

Dimana, Bambang dalam kesaksianya, menyebut bahwa adanya permintaan uang dari Menpora Imam Nahrawi melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum untuk menambah biaya operasional menteri mencapai Rp 70 juta.

"Pernahkan saya minta tambahan dana operasional menteri kepada saudara saksi secara langsung maupun pada sekretaris menpora?," tanya Imam kepada Bambang dalam perkara suap dana hibah, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (27/2/2020).

"Tidak pernah," jawab Bambang. Memang tak ada permintaan langsung dari Menpora kepada dirinya ketika menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan Kemenpora.

Kemudian, Imam kembali menanyakan Bambang apakah pernah melihat dirinya melakukan revisi anggaran program satlak prima Kemenpora yang diperuntukan dalam hal lain.

"Saya tidak tahu, karena itu ranah perencanaan," kembali jawab Bambang.

Imam pun mengklaim bahwa dirinya selama menjabat menpora dalam melakukan setiap rapat dengan pejabat menpora, memperkenalkan staf-stafnya termasuk asisten pribadi Miftahul Ulum.

"Pasti saya katakan bilamana ada seorang pun mengaku atas nama saya meminta sesuatu maka tolak dan langsung laporkan kepada saya. Dan sejauh itu tidak pernah ada laporan ke saya siapapun," tutup Imam.

Dalam perkara ini, Imam didakwa menerima suap mencapai Rp 11,5 Miliar. Uang tersebut untuk memuluskan dua proposal Pertama, terkait proposal bantuan dana hibah Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi event 18th Asian Games 2018 dan 3rd Asian Para Gemes 2018.

Kemudian, Proposal dukungan KONI pusat dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun

Kegiatan 2018. Sejumlah uang itu, diterima Imam bersama asisten pribadinya, Miftahul Ulum pada 2018.

Selanjutnya terkait gratifikasi, Imam menerima setidaknya mencapai Rp 8.6 Miliar. [adc]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA