Kejagung Sita Lagi Aset Terkait Kasus Jiwasraya

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 29 Februari 2020
share
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menemukan aset tambang emas milik tersangka kasus Jiwasraya, Heru Hidayat. Tambang emas diduga menggunakan hasil rampasan uang negara.

"Kalau emas ada di Lampung," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah di Komplek Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (28/2/2020).

Atas penemuan aset tambang emas milik Heru itu, menambah jumlah aset yang disita Kejagung. Namun, dia mengaku belum dapat menjelaskan secara detail karena aset tambang emas tersebut juga dimiliki oleh investor lainnya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar tidak merugikan pihak lain.

"Penyitaan baru berupa aset-asetnya. Sekarang sedang dikoordinasikan antara penyidik ke kementerian BUMN. Tentang itu, karena kondisinya belum operasional. Dan ada kepemilikan juga orang lain disitu. Sedang diselesaikan penyidik," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, pihaknya telah menyita perusahaan PT Gunung Bara Utama (GBU) milik Heru Hidayat. Perusahaan tambang tersebut diduga hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU). PT GBU berada di Sendawar, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Heru Hidayat merupakan Presiden Komisaris PT Tram yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka bersama lima orang lainnya. Heru juga ditetapkan sebagai dijerat dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) selain UU Tipikor.

Dia dijerat TPPU bersama bersama Komisaris PT Hanson Benny Tjokrosputro (BT). "Ada dua tersangka, BT dan HH. Sementara itu ya," katanya di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (7/2/2020). [Suf]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA