Dorong Milenial Cinta Sawit, BPDPKS Lakukan Ini

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 29 Februari 2020
share
 

INILAHCOM, Serpong - Demi menumbuhkan kecintaan generasi muda atau milenial terhadap kelapa sawit, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) menginisiasi program sosialisasi bertajuk Palm Oil Edu Talk to School.

Acara yang dikerjasamakan dengan Warta Ekonomi ini, berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, pada Sabtu (29/2/2019). Dan, Tofan Mahdi selaku Ketua bidang Komunikasi GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) didaulat sebagai salah satu nara sumber.

"Kita perlu masuk ke sekolah-sekolah. Seperti di Malaysia, sawit itu sudah menjadi kurikulum. Sudah waktunya, anak muda atau generasi milenial Indonesia diberikan pencerahan soal sawit. Jangan biarkan berita atau informasi hoaks menguasai mereka," ungkap Tofan.

"Kalau gerakan ini konsisten kita lakukan, maka akan semakin baik. Karena semakin banyak anak muda Indonesia yang paham dan cinta dengan sawit," imbuh mantan wartawan Jawa pos ini.

Dalam acara, dirinya berkesempatan menjelaskan banyak hal soal isu miring sawit. Ternyata, para siswa MAN Insan Cendekia yang hadir, melontarkan pertanyaan yang cukup kritis. Misalnya, praktik pembukaan lahan sawit dengan membakar hutan, luasan lahan sawit mendominasi daratab Indonesia, hingga dampak kebun sawit terhadap suhu suatu daerah. "Semuanya itu hoaks," tegas pria asal Pasuruan, Jawa Timur ini.

Terkait isu pembukaan lahan sawit sebagai bian kerok kebakaran hutan dan lahan, Tofan menegaskan sangat tidak benar. Ketika industri akan membuka lahan sawit, persyaratannya berjenjang dan rumit. "Tidak boleh di hutan lindung. Harus ada Amdalnya, perizinannya lengkap dan detil, semuanya wajib clear and clear," paparnya.

Selain itu, lanjutnya, banyak aturan yang mewajibkan industri bertindak cepat dalam pencegahan maupun penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. "Jangankan membakar, ketika lahan kita terbakar dan tidak bisa dipadamkan, ancamannya juga penjara. Karena dianggap lalai. Saat ini, industri-industri sawit mulai membuat program preventif mencegah kebakaran. Astra Agro punya Masyarakat Peduli Api, Sinar Mas punya Desa Makmur Peduli Api," paparnya.

Masih kata Tofan, sejak 2011, pemerintah telah melakkan pelarangan membuka lahan baru atau ekspansi. Saat ini, luas keun sawit di Indonesia? sekitar 16 juta hektar. Sedangkan luas daratan di Indonesia sekitar 190 juta hektar dan luas area pertanian sekitar 60 juta hektar. "Artinya, luasan kebun sawit di Indonesia tidak sampai setangah dari total areal pertanian, mungkin hanya 15%-an. Dan, tidak sampai 10% dari luas daratan Indonesia," terangnya.

Selanjutnya, Tofan bilang, belum ada satupun riset atau kajian yang menyimpulkan bahwa kenaikan suhu atau iklim di suatu daerah, disebabkan karena adanya industri sawit, atau perkebunan sawit. "Jadi tidak ada relevansinya antara industri sawit dengan kenaikan suhu. Jadi jelas-jelas itu hoaks," tuturnya.

Sementara, Kepala Divisi Perusahaan BPDPKS Achmad Maulizal Sutawijaya mengatakan, pelajar harus faham tentang sawit punya banyak manfaat dan tidak termakan isu negatif sawit. Maka, pelajar diharapkan tidak termakan isu negatif kalau sawit berbahaya bagi lingkungan, kesehatan. Kenyataannya sawit banyak manfaat.
"Sawit dianggap berbaya bagi lingkungan, kekeringan, sawit berbahaya bagi orang hutan dan sawi bahaya bagi kesehatan. Padahal enggak," kata Maulizal.

Ia menjelaskan tujuan, diadakan kegiatan edukasi ke pelajar khususnya MAN Insan Cendekia Tanggerang Selatan, diharapkan terciptanya pemahaman yang baik tentang sawit sejak dini."Tujuan ke kampanye positif dan hal sebenarnya tentang manfaat kepala sawit," katanya.

Menurutnya, manfaat sawit bisa membantu perekonomian karena ekspor sawit menghasilkan devisa ke Indonesia yang cukup besar. Sekitar 35 juta ton sawit diekspor setara US$19 miliar atau devisa Rp320 triliun. Di mana, sawit dapat dijadikan substitusi energi terutama ke solar atau biodiesel yang kini diarahkan ke B30.
"Program peremajaan sawit berupa insentif, hilirisasi sawit jadi B30," katanya.

Indonesia adalah produsen dan pengekspor terbesar kelapa sawit di dunia. Komoditas kelapa sawit menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negara. Menurut catatan GAPKI, sumbangan ekspor minyak sawit mencapai Rp260,167 triliun. Dan, daerah yang punya perkebunan sawit, biasanya pertumbuhan ekonominya lebih menonjol ketimbang daerah lain. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA