Pelarangan Umrah Karena Virus Corona

Pemerintah Diharapkan Siapkan Skenario Terburuk

IN
Oleh inilahcom
Minggu 01 Maret 2020
share
Ketua Komisi Haji, Mustolih Siradj

INILAHCOM, Jakarta - Kebijakan pemerintah Arab Saudi yang menghentikan umrah sementara imbaz virus corona membuat para calon jamaah khawatir, khususnya bagi yang sudah berada di tanah suci atau yang akan berangkat.

Terkait ini, Ketua Komisi Haji, Mustolih Siradj menyarankan beberapa opsi untuk para calon jamaah yang belum berangkat ke tanah suci namun sudah terjadwal. Menurutnya, opsi terbaik untuk situasi tidak ada kepastian adalah reschedule. Opsi ini juga baik untuk agent travel umrah.

"Kalau yang belum berangkat (ke tanah suci) opsi paling bagus, baik untuk jamaah maupun travel adalah reschedule. Karena semua pihak sebenarnya tidak menginginkan ini, termasuk kerajaan arab saudi, karena mereka akan kehilangan devisi (pendapatan). Untuk yang sudah lunas dan jadwalnya diganti, pertama lihat situasi ini karena belum pasti. Karena ini kan kebijakan dari pemerintah arab Saudi. Reschdule penting karena agar uangnya juga terjaga, jamaah tenang dan travel juga akan merasa tenang," ucap Mustolih saat dihubungi, Sabtu (29/2/2020).

Selain itu, dalam situasi seperti ini, peran pemerintah dianggap penting untuk memberikan solusi serta rencana-rencana terburuk. Sebab, pelarangan ini akan bersifat sementara dan tidak akan tahu sampai kapan diberlakukan.

"Pemerintah perlu hadir, karena kita nggak akan tau situasi ini sampai kapan. Bahasanya kira-kira begini, pemerintah indoneisa, semua pihak harus menyiapkan resiko terburuk dalam menghadapi penundaan umrah ini. Ajak Asosiasi-asosiasi penyelenggaran haji dan umrah untuk bicara menentukan solusi dan rencana-rencana ke depan," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata dia, rencana-rencana perlu dilakukan mengjngat sebentar lagi akan memasuki bulan ramadhan, sementara situasi penundaan jamaah umrah berlaku tidak tetap. Apalagi, bila situasi ini masih berlanjut sampai musim haji tiba setelah hari raya idul fitri 2020.

"Bukan saya mentakut-takuti ya, sebentar lagi ramadhan, lonjakan akan meningkat. Dan kalau nih ya, kita juga enggak berharap kalau sampai musim haji tiba situasi masih seperti ini maka pemerintah perlu mengambil rencana-rencana sejak dini," ucapnya.

Peran pemerintah salah satunya adalah melalukan diplomasi hubungan antar negara. Pemerintah perlu meyakinkan pemerintah Arab Saudi bahwa Indonesia terbebas dari virus corona. Lobi-lobi diplomasi dianggap penting untuk menentukan kebijakan pemerintah Saudi Arabia ke depannya.

"Sesegera mungkin, sedini mungkin menyiapkan rencana seandainya gejala virus gejala ini belum reda. Sebagai negara kan wajib melindungi warganya, kan yang mewakili warga adalah pemerintah, melalui koordinasi, diplomasi dll," pungkasnya.

"Yang bisa dilakukan pemerintah adalah melobi, memastikan bahwa Indonesia terbebas dari virus corona. Ini untuk mengcounter klaim-klaim selama ini ada bahwa Indonesia termasuk yang terkena imbas virus corona, padahal tidak," sambung dia. [suf]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA