TPDI : Kenapa Harun Masiku Jadi Kader Terbaik PDIP

IN
Oleh inilahcom
Senin 02 Maret 2020
share
Koordinator TPDI Petrus Selestinus

INILAHCOM, Jakarta - Koordinator TPDI Petrus Selestinus mengatakan, sudah 1 bulan 3 minggu Harun Masiku hilang dari peredaran. Padahal sudah jadi tersangka, DPO akan tetapi Harun Masiku masih saja mendapatkan pembelaan dari Sekjen PDIP Hasto Kristyanto antara lain dengan tetap menyatakan Harun Masiku sebagai kader terbaik PDIP.

"Hanya karena Harun lulusan beasiswa Ratu Inggris, tidak itu saja Harun Masiku justru dibela dengan alasan Harun Masiku menjadi korban penipuan dalam perisitiwa suap. Ini memberi pesan bahwa Harun Masiku tetap dipertahankan sebagai kader terbaik PDIP meski menjadi Tersangka dan buron KPK," kata Petrus, (1/3/2020).


Petrus menilai, pasca lolos dari OTT KPK, Harun Masiku seolah-olah mendapatkan ruang untuk bersembunyi dari elite PDIP seperti Yasonna Laoly yang membangun alibi bahwa Harun Masiku telah berada di Singapura sejak tanggal 6 Januari 2020 dan belum kembali, pernyataan Yasonna bertujuan membantah keterangan KPK bahwa jejak digital Harun Masiku terlacak oleh KPK berada di markas PTIK Kebayoran Baru pada tanggal 8 Januari 2020.

"Sikap Yasona memberi pesan bahwa Harun Masiku mandapat perlindungan spesial dari Yasona Laolly dkk. PDIP," ungkapnya.


"Publik ingin tahu mengapa Harun Masiku begitu mahal di hadapan Megawati Soekarnoputri, Hasto Kristyanto, Puan Maharani dan Yasona Laolly, sehingga ketika Harun Masiku gagal menjadi anggota DPR RI di dapilnya, Megawati dan Hasto lantas menggugat PKPU melalui Uji Materil ke MA, meminta fatwa kepada MA, bahkan terakhir Harun Masiku harus terlibat dalam upaya suap kepada Wahyu Setiawan, Komisioner KPU," tutup Petrus.

Sudah 1 bulan 3 minggu Harun Masiku hilang dari peredaran sejak tanggal 8 Januari 2020, setelah sebelumnya sempat berpergian ke Singapura tepatnya tanggal 6 Januari 2020, namun keesokan harinya tanggal 7 Januari 2020 Harun Masiku kembali ke Indonesia melalui Terminal II Bandara Soekarno Hatta, Cengakareng, Jakarta Barat berdasarkan rekaman CCTV Bandara Soekarno Hatta.

Keesokan harinya, tepatnya tanggal 8 Januari 2020 berdasarkan data elektronik yang dimiliki KPK, Harun Masiku terlacak keberadaannya di PTIK Kebayoran Jakarta Selatan saat hendak di OTT KPK atas suap yang diduga sedang dilakukan oleh Harun Masiku terhadap Wahyu Setiawan, demi memuluskan proses PAW Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Riezky Aprilia kepada Harun Masiku. Dalam OTT itu KPK hanya berhasil meng-OTT Wahyu Setiawan, Saiful dkk. sedangkan Harun Masiku berhasil lolos. [wll]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA