Demokrat Diharap Jadi Partai Terbuka

IN
Oleh inilahcom
Senin 02 Maret 2020
share
HM Darmizal - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Tidak lama lagi Partai Demokrat akan menggelar Kongres ke IV untuk memilih ketua umum serta membahas arah kebijakan partai berlambang mercy tersebut. Berbagai harapan tentu digantungkan dalam pelaksanaan kongres dan kepada siapapun nahkoda partai tersebut.

Ke depan, Demokrat harus semakin banyak diisi oleh orang-orang yang berkompeten sehingga lebih mampu menyikapi sesuatu secara komprehensif dengan kemampuan mengeluarkan pernyataan sejuk bukan yang membuat gaduh banyak pihak.

"Saya berharap kiranya partai Demokrat menjadi tempat berkumpulnya tokoh tokoh intelektual dan bijak. Jika berucap dan mengeluar kata-kata yang sejuk dan menyejukkan. Sebagaimana platform awal bedirinya partai Demokrat," kata mantan Wakil Sekjend DPP partai Demokrat HM Darmizal, Senin 2 Maret 2020.

Darmizal melihat hari ini dan ke depan rakyat membutuhkan satu partai yang dapat menjadi rumah besar bagi masyarakat luas. Partai itu menjadi tempat mereka untuk bertanya dan mencari solusi. "Bukan malah memberikan ungkapan yang propaganda dengan kalimat-kalimat membingungkan karena bertolak belakang antara janji yang diucapkan dengan perbuatan," katanya.

Pimpinan Komisi Pengawas (Komwas) Partai Demokrat nonaktif ini menambahkan, pimpinan Demokrat hasil Kongres haruslah yang memahami dan mengenal baik tokoh pembuat sejarah di masa lalu dan melihat peluang besar di masa depan. Ada pepatah Minang yang mengatakan, "Jemput semua yang tertinggal dan kumpulkan semua yang terserak."

"Jadi bukalah pintu seluas-luasnya bagi semua potensi untuk menjadi bagian dari keluarga besar partai. Maka Demokrat pasti bisa berjaya kembali. PD pasti bisa dan ini kesempatannya," kata Darmizal.

Bagi siapa pun yang terpilih menjadi pemimpin partai di tingkat pusat, menurut Darmizal, sebaiknya tokoh yang berkunjung ke daerah untuk memberi, meringanka,n dan menyenangkan kader di daerah.

"Jangan sampai, jika ada rencana pimpinan dari pusat berkunjung justru memberatkan kader di daerah. Atau kader daerah menjadi risau karena keadaan mereka yang sedang berat. Kelemahan atau ketidakmampuannya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pimpinan karena masalah keterbatasan," ungkap Darmizal.

Dia mengibaratkan, kepemimpinan seseorang harus berpedoman pada sifatnya air. Hidup yang mengalir, dari atas turun kebawah untuk menyuburkan. Bukan malah membuat "gersang" tanaman yang ada dibawahnya.

"Adalah sangat baik, jika pemimpin berprinsip seperti sifatnya air. Hidup yang mengalir, dari atas turun kebawah menyuburkan dan menyehatkan bukan disedot kemudian mengeringkan bahkan menyulitkan," pungkas alumni Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini. [rok]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA