Bos Investasi Bodong Sapi, Penjual Nasi Goreng

IN
Oleh inilahcom
Kamis 05 Maret 2020
share
(Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Ponorogo - Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto mengatakan, aktor intelektual dari investasi bodong penggemukan sapi perah Galih Kusuma alias Ibrahim merupakan satu-satunya tersangka yang mempunyai background bisnis sapi perah ini. Sebab di tahun 2013 lalu, Galih pernah belajar bisnis ini di daerah Madiun, Trenggalek dan Blitar.

Dari situ Dia mendapatkan ilmu tentang bisnis sapi perah. Mulai mengetahui harga susu, sampai cara menjualnya ke pabrik susu ternama. Galih juga bisa menghitung untung dan ruginya,"

"Alih-alih ilmunya diaplikasikan, Galih malah melakukan untuk menipu banyak orang," katanya, Rabu (4/3/2020).

Sedangkan untuk kedua tersangka, malah lebih mencengangkan lagi. Tersangka Hadi Suwito yang merupakan Direktur CV Tri Manunggal Jaya (TMJ) dulunya malah seorang penjual nasi goreng dan bakmi di jalan Menur Kelurahan Mangunsuman Ponorogo.

Background pendidikannya hanya lulusan SD. Sementara bendahara CV TMJ Arie Setiawan merupakan pekerja yang membantu Hadi Suwito di warung nasi gorengnya.

"Perkenalan Galih dan kedua tersangka, ya di warung nasi goreng milik Hadi itu," ungkap Arief.

Setelah ditelusuri, warung itu sudah tidak ada. Dan bekas warungnya yang bernama Mbok Mu, kini ditempati pedagang pentol corah.

"Dulu warung nasi goreng milik Hadi yang dirintis dengan istrinya cukup laris. Sudah punya pelanggan tetap," kata Dadang, salah satu warga di Jalan Menur.

Dadang menyebut jika Hadi merupakan pribadi yang baik. Dia orangnya ramah dan cukup aktif bersosialisasi dengan para tetangga. Namun pada tahun 2017 lalu, warung nasi goreng itu tutup, tetangga dapat kabar bahwa Hadi sudah menjadi direktur di perusahaan. Penampilannya pun juga berubah drastis.

"Setelah kasus investasi bodong ini menyeret dia jadi tersangka. Keluarganya menjadi tertutup," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, aktor intelektual dari investasi bodong penggemukan sapi perah akhirnya bisa diamankan oleh Satreskrim Polres Ponorogo. Petugas berhasil menangkap tersangka Galih Kusuma alias Ibrahim, atau sebelumnya berinisial GS itu di salah satu apartemen di wilayah Jakarta Selatan.

"Alhamdulillah berdasarkan informasi dari masyarakat, kami bisa menangkap otak penipuan dari investasi bodong penggemukan sapi perah ini," kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto, Selasa (3/3/2020).

Dengan tertangkapnya Galih Kusuma ini, Satreskrim Polres Ponorogo melakukan pemeriksaan secara intensif kepada tersangka. Selain itu petugas juga mengembangkan seberapa banyak jumlah dan total kerugian yang dialami korban. Serta melacak aset dari CV Tri Manunggal Jaya (TMJ). [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA