Ratusan Mahasiswa Hijaukan Area Candi Gedongsongo

IN
Oleh inilahcom
Jumat 06 Maret 2020
share
(foto: istimewa)

INILAH.COM, Semarang - Ratusan Mahasiswa dari berbagai universitas di Jawa Tengah melakukan aksi tanam pohon di komplek Percandian Gedongsongo, Ungaran, Jawa Tengah. Ini merupakan aksi Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling).

Kegiatan pelestarian alam ini digagas oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation.yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Budaya Indonesia melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Penghijauan dilakukan dengan menanam 868 pohon dan semak ditanam di berbagai titik yang tersebar di Kompleks Percandian Gedongsongo dengan bibit dari Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) Bakti Lingkungan Djarum Foundation di Kudus, Jawa Tengah.

Victor Hartono selaku President Director Djarum Foundation mengatakan, kegiatan ini mengajak generasi muda Indonesia untuk sadar lingkungan dan peduli terhadap kelestarian alam.

"Sudah seharusnya mereka (anak muda, generasi milienal) berinvestasi untuk mereka sendiri," katanya di Kompleks Percandian Gedongsongo.

Lewat kegiatan tersebut, para mahasiswa yang merupakan generai milenial ini sadar akan lingkungan di masa depan. Kegiatan ini melibatkan 250 mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia, seperti Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret Surakarta, UIN Walisongo Semarang, Universitas Negeri Semarang dan 50 Universitas lainnya.

Adapun jenis pohon yang ditanam pada kegiatan ini, seperti Bambu Jepang, Hujan Mas, Pucuk Merah, Tabebuia Rosea, Pinus, Puspa, serta Akar Wangi pada Kawasan Candi 1. Sedangkan tanaman pada Kawasan Candi 4 adalah Pinus, Puspa, dan Akar Wangi.

Dengan terlaksananya Siap Darling secara berkelanjutan, diharapkan situs warisan sejarah di Indonesia bisa menjadi destinasi favorit masyarakat dikarenakan terjaga kelestariannya. Begitu pula halnya Kompleks Percandian Gedongsongo, candi peninggalan Hindu yang terletak di desa Candi, Kecamatan Bandungan, tepatnya di lereng Gunung Ungaran ini.

"Jika kawasannya cantik, ini bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan dan tentu akan mengubah perekonomian masyarakt. Artinya wisatawan membawa kesejahteraan," papar dia.

Sementara, Sukronedi, S.Si., M.A, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah menyambut positif upaya Djarum Foundation melestarikan situs sejarah melalui program Siap Darlling. Gerakan ini diyakini mampu menumbuhkan rasa cinta para generasi muda terhadap lingkungan dan warisan para leluhur. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA