Belajar dari Kasus Jiwasraya, Faisal Usulkan Ini

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 07 Maret 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom senior lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengharapkan pemerintah membentuk lembaga penjamin polis (LPP).

Keberadaan LPP ini, menurut Faisal, cukup strategis. Demi menghindari terjadinya kasus gagal bayar manfaat asuransi, seperti yang dialami nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero). "Dibikin dari sekarang lembaga penjamin polis. Kalau ada kasus sama sudah jelas pembiayaannya dari mana," ujar Faisal di Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Kendati demikian, lanjut ekonom yang dikenal suka menggunakan tas gemblok ini, yang terpenting adalah pengembalian dana nasabah Jiwasraya. Namun demikian jangan sampai membebani APBN. "Tentu saja nasabah nomor satu, jual asetnya langsung dibayarkan ke nasabah, saya nggak tahu aset-asetnya. Sementara aset finansialnya diserahkan ke lembaga yang merawat aset sakit. Dulu Perusahaan Pengelola Aset (PPA) di AS dititipkan ke Morgan Stanley, mereka olah untuk dapat recovery," kata Faisal.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan skema pembentukan Lembaga Penjamin Polis (LPP) kepada para pelaku industri asuransi yang saat ini masih digodok pemerintah.

"Keberadaan LPP ini penting dan kami dukung ini segera terwujud," kata Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah dalam sarasehan industri asuransi di Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Menurut dia, pendirian lembaga penjamin itu ada dua opsi yakni mengoptimalkan peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menangani perbankan atau mendirikan lembaga sendiri, yakni LPP. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA