Bulog Genggam Izin Impor 100Ribu Ton Daging Kerbau

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 07 Maret 2020
share
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tak sedang bercanda, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto bilang, keran impor 100.000 ton daging kerbau diserahkan kepada Perum Bulog. Guna memenuhi kebutuhan daging dalam negeri.

Kebijakan impor daging kerbau ini diputuskan dalam rapat koordinasi pangan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/3/2020). Rapatnya diikuti Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Perum Bulog. "Terkait daging kerbau. Daging kerbau baru 100.000 ton ke Bulog," kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Bachtiar mengatakan, penugasan impor 100.000 ton daging kerbau ini, diberikan untuk kurun waktu setahun.

Dalam waktu dekat, impor yang akan dilakukan mencapai 25.000 ton daging kerbau asal India. Langkah ini ditempuh guna memenuhi kebutuhan daging menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1441 Hijriah yang jatuh April-Mei 2020.

"Rencana kami akan mendatangkan daging kerbau. Untuk periode ini sekitar 25.000 ton untuk menghadapi Lebaran, sekitar April sudah masuk," kata Bachtiar.

Adapun saat ini stok daging kerbau yang disimpan di Bulog hanya 1.000 ton, tidak termasuk yang berada di distributor. Saat ini Bulog pun masih menunggu Surat Persetujuan Impor (SIP) dari Kementerian Perdagangan.

Jika SIP sudah diterbitkan oleh Kemendag dalam waktu dekat, Bulog pun memastikan proses impor daging kerbau dari India ini dapat dilakukan dengan cepat. "Izinnya sebentar lagi keluar. Itu kan cepat kalau sudah ada jejaringnya," tambah Bachtiar.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2019 yang dilaksanakan BPS, konsumsi daging sapi/kerbau nasional adalah sebesar 2,66 kg/kapita/tahun. Kebutuhan daging sapi/kerbau sampai bulan Mei 2020 diperkirakan sebesar 302.300 ton. Ketersediaan daging sapi/kerbau sampai Mei 2020 berdasarkan produksi dalam negeri sebesar 165.478 ton.

Dengan demikian, masih diperlukan tambahan sebanyak 136.822 ton yang akan dipenuhi melalui impor daging sapi/kerbau sebesar 103.043 ton dan sapi bakalan 252.810 ekor atau setara 56.659 ton daging. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA