Jangan Remehkan Potensi Kuliner dari Tabanan Bali

IN
Oleh inilahcom
Minggu 15 Maret 2020
share
 

INILAHCOM, Denpasar - Dalam rangka memperkenalkan aset budaya dan potensi kuliner Kabupaten Tabanan, Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot menggelar Tanah Lot Art & Food Festival 2020 sejak 13 Maret hingga 15 Maret 2020.

Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, festival ini merupakan momen untuk promosi dalam rangka meningkatjan jumlah wisatawan. "Festival adalah wahana memperkenalkan aset budaya daerah serta potensi kuliner khas Tabanan kepada wisatawan, juga sekaligus sebagai sarana promosi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan bisa berbanding lurus dengan peningkatan penjualan produk yang kami pamerkan. Jika para pelaku usaha rutin mengikuti festival seperti ini, maka saya yakin kesejahteraan mereka akan meningkat," tutur Eka.

Pameran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki 37 stand yang dibagi menjadi 4 kategori. Pertama adalah festival kopi, terdiri dari 6 stand merk kopi unggulan yang sudah diekspor ke luar kota dan luar negeri. Kedua, festival jajanan tradisional khas Tabanan terdiri dari 7 stand, festival legenda kuliner terdiri dari 20 stand, dan 5 stand produk unggulan seperti lukisan, kain endek, dan kerajinan tangan.

Pada acara tersebut, hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga Darmawati, Wakil Gubenur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, I Gede Pitana dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, I Nyoman Adi Wiryatama.

Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang mengakui, antusias masyarakat sangat tinggi terhadap festival ini. "Saya yakin dengan festival seperti ini, ekonomi Tabanan bisa meroket lebih tinggi lagi. Terlebih lagi, Bupati Eka adalah kepala daerah yang dicintai rakyatnya. Apapun yang dilakukan Bu Eka pasti didukung oleh warganya, hal itu tercermin jelas dari tingginya antusiasme masyarakat pada hari ini," ujar dia.

Sementara, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka menyebut Bupati Eka berhasil membuktikan komitmennya. "Ini bukti nyata Bupati Eka dalam menjaga dan melestarikan budaya. Tanah Lot adalah World Class Tourism Destination, dan kita sebagai pribumi harus terus menjaga nila-nilai kearifan lokal agar tidak hilang tergerus oleh budaya asing. Kami sangat mengapresiasi komitmen Bupati Eka dalam mendukung program pemerintah provinsi (Pemprov)," ujarnya.

Ia menyebutkan, Pemprov Bali memiliki program baru pada kategori pariwisata yaitu We Love Bali Movement. Sebuah kampanye yang bertujuan untuk memberitahu dunia bahwa Bali aman. "Saat ini kondisi bali baik baik saja dan aman untuk dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal atau pun internasional. Pemberitaan media terkait virus Corona terkadang cenderung membuat panik masyarakat. Kami melakukan _body checking_ pada semua orang yang masuk ke Bali. Di bandara dan pelabuhan kami sudah siapkan petugas, jadi saya jamin Virus Corona tidak akan masuk Bali, karena semua terduga Corona akan dikarantina di ruang isolasi rumah sakit dan tidak akan bisa bergerak bebas," papar Tjokorda.

Berdasarkan data dari DTW Tanah Lot, jumlah pengunjung selama 2 hari penyelenggaraan (13-14 Maret) adalah sebesar 32 ribu pengunjung, dan jumlah ini akan semakin bertambah jika ditotal dengan pengunjung yang akan datang pada hari ketiga. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA