KPK Apresiasi Putusan Praperadilan Nurhadi Cs

IS
Oleh Ivan Setyadhi
Selasa 17 Maret 2020
share
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi putusan hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menolak gugatan praperadilan Nurhadi dan menantunya serta seorang pengusaha.

Tiga tersangka tersebut ialah mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono serta Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

"Di mana pertimbanganya memang sudah sesuai sesuai dengan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dimintai konfirmasi, Senin (16/3/2020).

Sejak awal KPK meyakini bahwa para tersangka yang saat ini berstatus buron memang tidak berhak lagi mengajukan praperadilan sebagaimana ketentuan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Larangan Pengajuan Praperadilan Bagi Tersangka Yang Melarikan Diri Atau Sedang Dalam Status Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Terlebih subjek dan objeknya sama dengan praperadilan sebelumnya yang pernah diajukan tersangka NH (Nurhadi) dkk," ujar Ali.

Sebelumnya, Hakim tunggal pada PN Jaksel Hariyadi menolak gugatan praperadilan yang diajukan Nurhadi dan dua tersangka lainnya.

Ditolaknya gugatan praperadilan Nurhadi itu membuat upaya KPK menetapkan status tersangka terhadap Nurhadi sah.

Ini merupakan kedua kali gugatan Nurhadi ditolak hakim. Sebelumnya, dia mengajukan gugatan pada Januari lalu, namun ditolak hakim.

"Menyatakan permohonan praperadilan Pemohon I, Pemohon II, dan Pemohon III tidak dapat diterima," ujar hakim Hariyadi, pada saat sidang pembacaan putusan hakim di PN Jakarta Selatan, Senin (16/3/2020).

Hakim Hariyadi juga mengabulkan eksepsi yang diajukan pihak KPK.

"Mengabulkan eksepsi termohon praperadilan," kata Hariyadi.

Untuk diketahui, permohonan gugatan itu diajukan oleh tiga pemohon. Mereka yaitu, Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono serta Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto.

KPK menetapkan status tersangka kepada Nurhadi atas dugaan menerima suap Rp33,1 Miliar dari Hiendra Soenjoto melalui menantunya Rezky Herbiyono.

Upaya suap itu diduga untuk memenangkan Hiendra di perkara perdata kepemilikan saham PT MIT yang berperkara di MA.

Selain itu, KPK mengungkapkan Nurhadi melalui Rezky diduga menerima janji berupa 9 lembar cek dari Hiendra terkait perkara PK di MA. Namun diminta kembali Hiendra karena perkara kalah di sidang.

Adapun, untuk kasus gratifikasi, Nurhadi diduga menerima Rp12,9 miliar selama kurun waktu Oktober 2014 sampai Agustus 2016. Uang itu untuk pengurusan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA, serta Permohonan Perwalian. [hpy]

# TAG
KPK

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA