Sepanjang 2019, Laba Bersih SIG Tembus Rp2,392T

IN
Oleh inilahcom
Rabu 18 Maret 2020
share
(Foto: Inilahcom/Wirasatria)

INILAHCOM, Jakarta - Sepanjang 2019, kinerja PT Semen Indonesia (Persero/SIG) Tbk cukup moncer juga. Yang paling menonjol, laba bersih yang didistribusikan kepada entitas induk sebesar Rp2,392 triliun.

Berdasarkan Laporan Keuangan SIG Tahun 2019, pendapatan emiten bersandi SIG ini mencapai Rp40,368 triliun, naik 31,5% dibanding 2018 sebesar Rp30.688 triliun.

Sementara Beban Pokok Pendapatan tercatat Rp27,654 triliun, naik 29,5% dibanding 2018 sebesar Rp21,357 triliun. Dan, EBITDA tercatat Rp8,7 triliun, naik 32,3% dibanding 2018 sebesar Rp6,6 triliun. Untuk laba per saham dasar tercatat Rp403, atau turun 22,3% dibanding periode yang sama 2018 senilai Rp519.

Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso mengatakan, perseroan mampu menjaga kinerja dengan mencatatkan EBITDA margin 21,5% pada 2019. Atau naik 0,1% ketimbang tahun sebelumnya. "Pertumbuhan EBITDA Margin ini berasal dari berbagai inisiatif strategis yang dilakukan Perseroan, mulai dari integrasi Solusi Bangun Indonesia (SBI), optimalisasi fungsi strategis di bidang marketing, supply chain, procurement, dan berbagai langkah cost transformation Perseroan" jelas Hendi.

Pada 2019, kata dia, perseroan mencatatkan penurunan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 23,2% dibandingkan periode yang sama 2018. Penurunan laba bersih ini disebabkan karena peningkatan beban keuangan dalam proses akuisisi SBI.

"Perseroan telah melakukan berbagai langkah untuk efisiensi beban keuangan, diantaranya dengan melakukan pembayaran atau pelunasan pinjaman sebesar Rp1,4 triliun selama tahun 2019," ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, perseroan telah melakukan refinancing atas pinjaman pada 2019, sehingga memperoleh tingkat bunga yang lebih kompetitif. Langkah Perseroan ini diharapkan dapat menurunkan beban keuangan Perseroan.

Untuk kinerja penjualan SIG pada 2019, kata dia, secara konsolidasi mencatatkan total volume penjualan domestik dan ekspor sebesar 42,6 juta ton, termasuk penjualan dari Thang Long Cement (TLCC) Vietnam. Atau naik 28,5% dibanding 2018 sebesar 33,2 ton.

Sedangkan penjualan domestik SIG pada 2019, paparnya, di Indonesia meningkat 32,5% menjadi 36,3 juta ton. Meskipun permintaan di pasar semen domestik hanya tumbuh 0,3%. Sementara, penjualan regional yaitu penjualan dari Vietnam dan ekspor, meningkat 9,1% ketimbang 2018 sebanyak 6,3 juta ton. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA