Wakil Ketua DPR Ini Dorong Industrialisasi Garam

IN
Oleh inilahcom
Jumat 20 Maret 2020
share
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Industrialisasi garam di dalam negeri perlu di dorong untuk mengurangi ketergantungan impor garam.

Wakil Ketua DPR, Rachmat Gobel mengatakan, garam sebagai bahan baku industri, perlu didorong untuk bisa diproduksi di dalam negeri. Ini pneting guna mengurangi ketergantungan terhadap impor garam. "(dengan produksi di dalam negeri) ada nilai tambah dan kita bisa mengurangi impor garam dari luar," ucapnya kepada media di Jakarta.

Rachmat menambahkan, seharusnya izin impor garam hanya diberikan kepada pengusaha yang benar-benar mau membuat tambak garam untuk produksi garam baku industri seperti di Nusa Tenggara Timur. "Kasih izin impor ke pelaku usaha yang membangun tambak garam," tutur mantan Menteri Perdagangan di Kabinet Indonesia Kerja ini.

Dia mengatakan, pemerintah sebaiknya memberikan insentif kepada pengusaha yang serius membangun lahan garam, karena membantu pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor. "Orang yang serius bangun tambak garam sebaiknya dikasih izin sampai beberapa tahun sehingga merasa yakin yg dilakukan tidak rugi, sedangkan yang bangun tambak tidak dapat insentif malah insentif dikasih kepada pedagang (importir) saja, ini tidak fair," ucap politisi NasDem ini.

Rachmat mengharapkan, garam bahan baku industri dapat di produksi 3-4 juta ton per tahun di dalam negeri. "Itu semestinya bisa jika pemerintah mau memberikan insentif kepada pelaku usaha yang membangun tambak garam," ujarnya.

Dengan adanya industrialisasi garam, lanjutnya, bukan hanya sekedar membangun tambak garam tapi juga membangun kawasan lingkungan yang asri, ikut membangun kawasan sekitar. "Beri kesempatan kepada pelaku usaha yang serius, baru ada sukses story," ucapnya.

Sebelumnya, Plt Dirjen Pengolalaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Aryo Hanggono mengatakan, garam bahan baku industri mempunyai spesifikasi dengan kandungan NaCl pada garam minimal di atas angka 97%. "Hingga saat ini kandungan NaCl pada garam dalam negeri masih di bawah 97%," ucap Aryo. [tar]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA