COVID-19, BI Peloroti Proyeksi Ekonomi 2020

IN
Oleh inilahcom
Jumat 20 Maret 2020
share
Gubernur BI, Perry Warjiyo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memangkas proyeksi pertumbuhan kredit 2020 menjadi 6%-8%. Sebelumnya bertengger di kisaran 9%-11%.

Langkah BI ini seiring dengan semakin tingginya ketidakpastian global, karena penyebaran COVID-19. Kata Gubernur BI, Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (19/3/2020), penurunan proyeksi sejalan dengan penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 sebesar 4,2%-4,6% dari sebelumnya 5,0%-5,4%. "Kredit menurun dibandingkan proyeksi sebelumnya pada kisaran 9-11 persen sejalan dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020," kata Perry.

Perry menyampaikan, pertumbuhan kredit pada Januari 2020 masih berada di kisaran 6,1%. Atau sedikit lebih baik dari 6,08% pada Desember 2019. Meski demikian, pertumbuhan kredit diperkirakan akan membaik pada 2021, atau berada pada kisaran 9%-11% seiring kenaikan pertumbuhan ekonomi.

Dalam kesempatan ini, Perry menambahkan rasio kecukupan modal perbankan (CAR) pada Januari 2020 tercatat 22,74% dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross 2,77% dan net 1,08%. Sementara, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Januari 2020 tercatat 6,8%. Atau meningkat ketimbang Desember 2019 sebesar 6,54%.

Sejalan dengan pencapaian ini, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan DPK pada 2020 dan 2021, tumbuh masing-masing di kisaran 6%-8% dan 8%-10%. "Bank Indonesia tetap menempuh kebijakan makroprudensial yang akomodatif dan memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait sehingga dapat tetap menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong fungsi intermediasi perbankan," ujar Perry. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA