Hasil Tes Negatif tak Jamin Bebas Covid-19

IN
Oleh inilahcom
Minggu 22 Maret 2020
share
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah telah memulai rapid test atau tes cepat pemeriksaan virus corona (Covid-19) sejak Jumat (20/3) kemarin. Namun ternyata rapid test tidak menjamin seseorang bebas dari virus corona asal Wuhan, China tersebut.

"Saudara-saudara hasil negatif dari rapid test tidak memberikan jaminan bahwa yang bersangkutan tidak sedang sakit. Bisa saja pada pemeriksaan ini didapatkan hasil negatif pada orang yang sudah terinfeksi oleh virus ini tetapi respons imunologi, respons imunitasnya tidak muncul," kata Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konfrensi pers, Sabtu (21/3/2020).

"Oleh karena itu pahami betul bahwa hasil negatif tidak memberikan garansi bahwa tidak sedang terinfeksi COVID-19. Ini yang harus kita mengerti bersama," tambahnya.

Untuk menanggulangi hal itu, maka rapid test akan dilakukan sebanyak beberapa kali untuk memastikan seseorang positif atau negatif terpapar virus corona.

"Ini sering terjadi pada infeksi yang ada di bawah 7 hari atau 6 hari. Hasilnya pasti akan negatif. Oleh karena itu ini akan diulang lagi untuk 6 hari atau 7 hari kemudian dengan pemeriksaan yang sama," ujar Yuri.

Ia menekankan agar masyarakat terus melakukan upaya pencegahan penyebaran virus. Salah satunya dengan mengurangi aktifitas diluar rumah.

"Oleh karena itu kebijakan terkait dengan mengatur, mengurangi aktivitas di luar, menghindari kerumunan dan sebagainya tetap menjadi pilihan yang utama," tandasnya.

Hingga Sabtu pukul 12.00 WIB, jumlah pasien positif corona sudah mencapi 450 orang, 38 meninggal dunia dan 20 orang berhasil sembuh. [fad]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA