Pasien Corona Wisma Atlet Nambah, Bos BUMN Galau

IH
Oleh Indra Hendriana
Selasa 24 Maret 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thihir mengaku risau, karena pasien virus Corona (Covid-19) di Wisma Atlet Kemayoran terus bertambah. Adapun kapasitas Wisma Atlet mencapai 2.000 kamar.

"(Sejak) tadi malam saya terus pantau Wisma Altet. Saya juga cukup risau dan itu manusiawi ketika jumlah pasien dari 21 jadi 102. Ini saya belum cek yang hari ini," kata Erick dalam konferensi pers online, Jakarta Selasa (24/3/2020).

Dengan adanya lonjakan ini, dirinya langsung berkoordinasi ddengan parapihak terkait. Hal itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan makanan dan kebutuhan medis terpenuhi.

Erick menjelaskan, alih fungsi Wisma Atlet Kemayoran untuk penanganan pasien virus corona merupakan langkah alternatif yang diambil pemerintah. Sebab, saat ini jumlah pasien corona terus bertambah.

"Keberadaan Wisma Atlet sendiri kan ini bukan berarti gaya-gayaan, tetapi ini salah satu terobosan yang dilakukan oleh bapak presiden (Jokowi) untuk memastikan ketika ada kesulitan di lapangan, di mana banyak rumah sakit yang sudah penuh, maka ada alternatif lain," kata ia.

Kemudian, bantuan yang diberikan para pengusaha swasta sangat membantu pemerintah mempercepat penanganan virus ini. Seperti yang dilakukan "Pengusaha Peduli NKRI" yang diinisiasi oleh Kamar Dagang Indonesia dan Yayasan Buddha Tzu Chi.

Mereka memberi bantuan hingga Rp 300 miliar lebih mulai dari Alat Pelindung Diri (APD), masker, hingga test kit. Bantuan ini diberikan ke BNPB, PMI, dan rumah sakit.

BUMN, kata dia, tak bisa memproduksi APD. Karena itu, bantuan dari mereka sangat menolong para tenaga medis. Selain dari impor, APD mulai diproduksi di dalam negeri oleh dua perusahaan tekstil di Jawa Tengah, salah satunya PT Pan Brothers Tbk.

Sementara untuk masker, Erick menyebut ada 30 produsen di dalam negeri, termasuk dua perusahaan BUMN. "Kami dari BUMN, sama seperti KADIN, kita hanya bantu dan topang apa yang sudah dilakukan pemerintah. Kita juga kerja sama dengan kementerian, apalagi sekarang swasta gabung ini suatu yang luar biasa. Kita bisa atasi ini kalau gotong royong," kata dia.[ipe]




# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA