Sawah Tadah Hujan Didorong Panen Tiga Kali Setahun

IN
Oleh inilahcom
Kamis 26 Maret 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Sawah tadah hujan selama ini dikenal sebagai lahan sawah yang hanya bisa panen satu kali dalam setahun. Tapi dengan teknologi dan inovasi, sawah tadah hujan kini bisa panen tiga kali setahun.

"Sawah tadah hujan biasanya mengandalkan curah hujan dan hanya bisa menghasilkan di musim hujan. Tapi pengkajian kami membuktikan penerapan inovasi bisa meningkatkan produktivitasnya secara signifikan," ungkap Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) Fadjry Djufri dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Rabu (25/03/2020).

Upaya Kementan untuk mendorong peningkatan produktivitas padi di sawah tadah hujan dilakukan untuk memastikan stok beras nasional berlimpah. Bahkan pemerintah memiliki target untuk meningkatkan ekspor beras. Pekan lalu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memprediksi pada masa panen raya bulan Maret-April nanti, akan ada tambahan stok beras hingga 8 juta ton. Produksi padi tidak lagi hanya mengandalkan lahan sawah beririgasi, tapi juga pemanfaatan lahan suboptimal.

"Langkah-langkah inovatif perlu dilakukan untuk memastikan produksi beras kita meningkat secara signifikan, antara lain dengan memanfaatkan lahan-lahan yang belum optimal dan menambah kapasitas produksinya," ungkap Fadjry.

Untuk menambah kapasitas produksi sawah tadah hujan, Fadjry menuturkan Kementan telah meningkatkan pemberian bantuan pompa air. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan Balitbangtan, pompa air merupakan menjadi titik ungkit sawah tadah hujan untuk bisa memiliki indeks pertanaman (IP) 300.

"Berdasarkan pengkajian kami, pemanfaatan air tanah dengan menggunakan pompa penting untuk dipraktikkan. Mereka menyiram sawah tadah hujan terutama pada musim tanam ketiga atau musim kemarau," jelasnya.

Mekanisme pemanfaatan pompa air, disebut Fadjry, harus menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Air tanah di lahan sawah yang dangkal dengan tingkat kedalaman sekitar enam hingga sepuluh meter, cukup menggunakan pompa kapasitas kecil pun mampu mengeluarkan air yang cukup untuk sawah.

"Sedangkan untuk daerah lain yang lebih jauh dari sungai dan air tanah lebih dalam posisinya, maka diperlukan pompa dengan kapasitas lebih besar agar dapat mengeluarkan air dengan debit yang sama," terang Fadjry.

Selain pemanfaatan pompa air, optimalisasi sawah tadah hujan juga dilakukan dengan memerhatikan kondisi tanah. Pada lahan yang bertekstur liat, produktifitas padi dapat mencapai 8 ton per hektare sedangkan pada lahan yang bertekstur pasir produktivitasnya 5 ton per hektare.

"Untuk itu, kami melakukan upaya untuk meningkatkan produktivitas padi pada lahan sawah yang bertekstur pasir di antaranya dengan penambahan bahan organik untuk meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan kemampuan tanah dalam memegang air," tambah Fadjry. [*]

Biro Humas dan Informasi Publik

Kementerian Pertanian

Pastikan Produksi Pertanian Berjalan, Kementan Minta Maksimalkan Alsintan

Jaga Produksi Pertanian, Kementan Maksimalkan Alsintan

Jaga Produksi, Kementan Minta Maksimalkan Alsintan

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) turut menyuarakan pencegahan Coronavirus Disease 2019 (Covid 19). Melalu hastag #PertanianIndonesiaMaju #LawanCorona, Kementan juga berupaya produksi pertanian terus berjalan serta menjaga stabilitas pangan, salah satunya dengan memaksimalkan pemanfaatan Alat Mesin Pertanian (Alsintan)

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, petani harus tetap genjot produksi dan penanaman harus jalan terus. Pasalnya, pangan akan sangat dibutuhkan di masa-masa sulit saat berjuang melawan pandemi Covid-19.v"Menjaga ketersediaan pangan sangat penting, pemerintah wajib memastikan ketersediaannya agar masyarakat merasa aman" kata Sarwo Edhy, Rabu (25/3/2020).

Untuk mencegah kerumunan, Sarwo Edhy menyarankan dalam proses menanam atau memanen menggunakan Alsintan. Kalaupun panen masih dengan cara konvensional, maka jaga jarak tidak terlalu berdekatan. "Dengan menggunakan Alsintan, proses menanam atau memanen bisa dikerjakan oleh satu atau dua orang saja. Namun hasilnya tetap maksimal dan lebih cepat," jelas Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy mengimbau pada petani agar tetap berhati-hati saat menjalankan usaha taninya. Dia meminta petani sering cuci tangan, gunakan masker, serta mengkonsumsi gizi yang seimbang untuk memperkuat daya tahan tubuh.

"Apapun yang terjadi, pertanian tidak boleh berhenti dan terus digenjot produksinya. Selain tetap menjaga kesehatan, sinar matahari juga bermanfaat karena virus tidak suka dengan sinar matahari, berhati-hati kontak dengan hewan, dan menghindari kerumunan," tuturnya.

Sarwo Edhy menambahkan, pihaknya juga meminta masyarakat tidak perlu takut dan melakukan panic buying untuk memenuhi kebutuhan pangan. Ditegaskannya, para petani akan terus menaman dan memproduksi bahan pangan yang bermutu dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

"InshaAllah kami tetap akan berjuang membantu masyarakat, karena kami bersama petani akan memproduksi bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jakowi) mengintruksikan semua kementerian dan lembaga negara untuk memprioritaskan kebutuhan bahan pokok sebagai pasokan masyarakat selama proses pengendalian penyebaran virus korona Covid-19 di Indonesia.

"Kita harus bantu para petani, para pekerja harian, buruh, nelayan dan pelaku UMKM agar daya belinya tetap terjaga serta terus beraktivitas dan berproduksi," ujar Jokowi.

Presiden juga menyatakan bahwa stok pangan Indonesia sejauh ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 267 juta penduduk Indonesia. Untuk itu, dia berharap agar masyarakat tidak perlu panik, terlebih saat menghadapi pandemi virus corona.

"Saya kemarin sudah cek di Bulog, saya melihat stok kita lebih dari cukup. Apalagi bulan April ini masih ada panen raya sehingga penyerapan oleh Bulog juga harus diatur," katanya.

Mengenai hal ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan juga meminta agar produksi pertanian tetap berjalan bahkan digenjot hingga berlipat-lipat. Apalagi, sektor ini memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional.

"Adanya musibah wabah Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor," kata Mentan SYL. [*/psp]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA