Pisah Ranjang Suami Cabuli Anak Laki-laki

IN
Oleh inilahcom
Jumat 27 Maret 2020
share
(Ilustrasi)

INILAHCOM, Tuban Pisah ranjang dengan istrinya, Muksin alias Yusak (40) malah menjadi seorang pedofilia. Korbanya adalah parak anak-anak laki di bawah umur. Ada enam korban sudah dicabuli Yusak dengan iming-iming diberikan pakaian baru.


Informasi yang dihimpun beritajatim.com, kasus pencabulan dan juga sodomi yang dilakukan oleh Muksin atau Yusak itu berhasil diungkap oleh jajaran Sat Reskrim Polres Tuban setelah ada laporan dari pihak keluarga salah satu korban.

Awalnya ada salah satu teman korban yang tidak pulang ke asrama sekolah selama beberapa hari lantaran terpikat dengan rayuan pelaku itu.


"Kasus itu terungkap, setelah salah satu orang tua teman korban melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Kasus ini merupakan kejahatan pedofilia dengan korbanya semua anak-anak dengan usia rata-rata 12 sampai 14 tahun," ungkap AKBP Ruruh Wicaksono, Kapolres Tuban.


Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat kos pelaku yang ada di Kelurahan Kutorejo, Kota Tuban. Pelaku pedofilia itu kemudian langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan.


"Dari hasil pemeriksaan itu pelaku mengaku sudah melakukan pencabulan itu terhadap enam korban anak-anak. Dari pemeriksaan juga diketahui bahwa pelaku mengakui melakukan tindakan asusila tersebut karena ingin melampiaskan nafsunya dikarenakan masalah broken home dengan istrinya," urainya.


Adapun modusnya, pelaku yang mengaku sebagai penjual baju itu mencari mangsa anak-anak dari luar Tuban yang sedang berkunjung di Tuban dan sedang bermain di sekitar tempat ibadah. Kemudian pelaku berlaga sebagai orang yang baik dan nemberikan nomor telpon kepada korban dan meminta pada korban untuk menghubungi pelaku jika anak-anak itu sedang bermain di Tuban.

Aksi pencabulan terhadap anak-anak yang masih sesama jenis itu sudah dilakukan oleh Yusak itu sejak bulan Januari 2020 ini dengan korban yang berbeda-beda. Aksi pencabulan hingga sodomi terhadap anak-anak itu dilakukan pelaku di tempat kosnya dan juga di masjid saat korban tidak mau diajak ke tempat kosnya dan juga di mobil yang sedang parkir.


"Selain karena broken home, motif pelaku melakukan itu karena pelaku ini pernah menjadi korban waktu masih berusia 13 tahun, sehingga pelaku ingin melakukan apa yang pernah dia alami dan ingin balas dendam. Pelaku ini sudah tiga kali menikah dan belum punya anak, pernikahan pertama sah dan sudah cerai, kedua hanya nikas siri dan yang ketiga sah yang saat ini pisahan," pungkasnya. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA