Ingin Bantu Teman Malah Ditipu Beli Masker

IN
Oleh inilahcom
Minggu 29 Maret 2020
share
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sri Astuti (46) menjadi korban penipuan jual beli masker ditengah ramianya wabah pandemi COVID-19. Bahkan mengalami kerugian hingga Rp 11,9 juta rupiah.

Kejadian bermula Sri ingin membantu temannya yang membutuhkan masker guna mengantisipasi penyebaran COVID-19.


"Kebetulan ada kakak kelas saya pas sekolah minta bantuan pengadaan masker. Jadi saya tertarik untuk membantu," kata Sri, kepada wartawan.

Ia lalu mencari penjualan masker di akun Instagram hingga mendapati akun bernama @masker_sensi.ori menawarkan penjualan masker.

Akun tersebut diikuti 2.019 pengikut. Isi kontennya adalah penjualan masker dengan beragam variasi harga. Lalu menghubungi nomor yang tertera dan berbicara dengan seorang wanita mengaku sebagai penjual masker dan tokonya ada di Jawa Timur.


Masker tersebut dijual dengan harga Rp 650 ribu per dus dan Rp 20 ribu per box. Setiap dus berisi 40 box dengan isi per box 50 masker.


"Saya langsung pesan dalam jumlah banyak. Selain untuk pengajian juga untuk pengadaan di masjid," urainya.


Sri kemudian diminta si penjual mentrasfer uang dan disanggupi dengan mengirim uang Rp 900 ribu .


"Lalu saya transfer lagi Rp 2,4 juta untuk pemesanan dus itu. Hingga akhirnya saya kirim sekitar Rp 11 juta. Entah kenapa saya merasa seperti terhipnotis," tambahnya.


Sri lantas meminta bukti masker yang dia pesan. Namun, si terlapor malah mengirimkan foto yang ada di Instagram.


Pelaku tiba-tiba menelpon Sri. Kali ini seorang pria. Dia mengaku belum bisa mengirimnya karena pihak jasa pengiriman meminta ada jaminan asuransi Rp 2 juta.


"Saya heran kok bayar asuransi," kata Sri terheran-heran.


Karena sudah sepekan tak kunjung dikirimkan, ia berinisiatif mendatangi bank untuk mengetahui transaksi pelaku.

"Rupanya saldo di rekening dia kosong. Saya sadar jadi korban penipuan. Kata pihak bank banyak korban yang melaporkan kejadian seperti ini. Saya duga itu sindikatnya," jelas Sri.


Ia lantas makin heran karena nomor pelaku tiba-tiba ganti sehingga membuatnya melaporkan Polres Metro Jakarta Pusat. Bukti LPnya No 487/K/III/2020/Restro Jakpus.


"Saya harap pelaku segera ditangkap. Dan jangan ada lagi orang yang menjadi korban seperti saya," harap Sri.


Sementara, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto menerangkan, penyidik masih menyelidiki laporan ini. Dengan meminta keterangan pelapor dan saksi.

"Iya kami selidiki. Semoga segera bisa kami ungkap," pungkasnya. [wll]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA