DPR Usul Alihkan Anggaran Infrastruktur ke COVID19

IN
Oleh inilahcom
Senin 30 Maret 2020
share
Ketua Komisi IX DPR, Felly Esterlita Runtuwene - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Manado - Ketua Komisi IX DPR, Felly Esterlita Runtuwene meminta pemerintah serius dalam penanganan wabah Virus Corona jenis baru atau COVID-19 lewat APBN 2020.

Felly mengatakan, penanganan virus ini tidak boleh ada batasan. Dimana minimal Rp250 triliun, atau 10%-15% dari APBN 2020 yang berjumlah Rp2.540 triliun segera dikucurkan untuk daerah-daerah yang tingkat kasus COVID-19 sangat tinggi.

"Jumlah korban meninggal kita sudah lebih dari 100. Padahal kasus positifnya hanya di angka 1.000 lebih. Death rate kita berarti 8,8 persen. Ini menjadi angka tertinggi di Asia dan nomor dua di dunia. Dan ini terjadi setiap hari. Berarti ada yang salah atau belum on the track dalam penanganannya," bebernya kepada wartawan, Minggu (29/3/2020) di Manado, Sulawesi Utara.

Politisi Partai Nasdem itu mendesak pemerintah untuk mengalihkan anggaran pembangunan infrastruktur kepada penangangan COVID-19. "Kami, Komisi IX sangat memahami keadaan pemerintah hari ini. Tapi tidak ada jalan lain selain fokus anggaran ke Covid-19. Untuk pembangunan fisik, infrastruktur sebaiknya di-hold dulu. Realokasikan ke Covid-19," ungkap Felly.

Menurut dia, anggaran sebesar Rp250 triliun bisa digunakan untuk pembangunan dan penambahan infrastruktur laboratorium COVID-19 yang memadai di seluruh provinsi. Khususnya di rumah-rumah sakit rujukan. "Untuk menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia yang sudah mencapai 8 persen, kita harus punya infrastruktur laboratorium yang memadai dengan alat-alat yang berstandar WHO," terang Felly.

Bagi Felly, angka tersebut menunjukkan lemahnya penanganan COVID-19 dalam dua sisi, yakni perlindungan dan pelayanan terhadap warga negara. Terlebih, perlindungan terhadap para tenaga medis. "Kita fokus bereskan Covid-19 ini dulu. Guna apa pembangunan maju, tapi generasi bangsa kita tewas karena virus ini. Jika Covid ini beres, baru bicarakan pembangunan," tambahnya.

Selain itu, anggaran yang akan dialihkan nanti akan digunakan untuk pemeriksaan secara massal kepada seluruh warga, agar diagnosa Covid-19 bisa segera diikuti dengan perawatan intensif. "Pemerintah harus segera melakukan rapid test secara massive di tiap-tiap kecamatan, dan diteruskan dengan pemeriksaan Swab dan PGR (Polymerase Chain Reaction, red)," katanya.

Selain itu, anggaran ini juga untuk menyewa tenaga medis dan volunteer untuk tes COVID-19. "Pemerintahan harus segera melakukan rapid test secara massive di tiap-tiap kecamatan. Anggaran ini juga untuk menyewa tenaga medis dan volunteer untuk test Covid-19. Kita harus sediakan payung sebelum hujan. Bukan sudah hujan baru cari payung. Jangan sampai sudah dilakukan partial lockdown, tapi kemudian hanya menunggu jika ada pasien yang positif baru bergerak," desak Felly.

Karena, meski pemerintah telah menyiapkan Wisma Atlet Jakarta menjadi tempat mengisolasikan pasien positif corona, namun Felly mengatakan peralatan kesehatan di sana belum secanggih di Rumah Sakit penyakit infeksi Prof Dr Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Timur.

Untuk mengalokasikan anggaran tersebut, Presiden Jokowi segera mengeluarkan Perppu pengganti UU APBN Tahun anggaran 2020. Dengan Perppu tersebut, lanjut Felly, realokasi anggaran berbagai sektor bisa dilakukan dengan cepat. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA