Wabah COVID-19

Jurus Menteri Siti Dongkrak Ekonomi Petani Hutan

IN
Oleh inilahcom
Rabu 01 April 2020
share
Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berupaya menumbuhkan ekonomi pedesaan melalui Gerakan Ekonomi Produktif dan Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial atau "Bang Pesona".

Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar mengatakan. kementerian telah mengalokasikan anggaran senilai Rp97 miliar untuk pengadaan alat ekonomi produktif sebanyak 470 unit senilai Rp47 miliar.

Sisanya yang Rp50 miliar dialokasikan untuk peningkatan kapasitas pembangunan Perhutanan Sosial Nasional, atau "Bang Pesona" sebagai modal usaha.

Bantuan ini diharapkan dapat mendorong agar masyarakat bisa menjalankan usaha Perhutanan Sosial hingga memberikan nilai tambah bagi produk mereka.

"Jadi kami sangat menyakini, melalui upaya Ini bakal terjadi penguatan ekonomi masyarakat, khususnya petani hutan," kata Siti Nurbaya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Ekonomi mereka pun, menurut Menteri LHK dua periode ini, akan mampu bertahan di saat melemahnya ekonomi global karena serangan pandemi virus corona.

Karena itu, menjadi suatu alasan kuat hingga kemudian, Kementerian LHK terus mendorong ekonomi lokal melalui program Perhutanan Sosial yang berkesinambungan.

Politisi NasDem ini meyakini, program Pesona mampu mendorong ksejahteraan petani hutan, lantaran dalam kegiatan produksinya, tidak lagi tergantung produk impor. "Justru sebaliknya berbagai produk yang mereka hasilkan, berupa produk herbal, berpotensi besar merebut pasar ekspor," tutur Menteri Siti.

Dia sangat optimistis, strategi pengembangan ekonomi rakyat melalui program Perhutanan Sosial dapat dijadikan solusi di dalam menggairahkan ekonomi nasional disaat melambatnya ekonomi global lantaran pandemi Covid-19.

"Kami tidak segan untuk terus mendorong gerakan stimulan ekonomi produktif melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial ( KUPS) yang kini sudah berkembang dibanyak daerah," ujarnya.

Melalui bantuan ekonomi produktif berupa peralatan pengembangan industri, seperti alat roasting kopi, petani hutan akan mendapatkan nilai tambah besar," kata mantan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Daerah RI ini.

Sebelumnya, Menteri Siti didampingi Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Bambang Soepriyanto, telah menyerahkan bantuan berupa alat roasting kopi kepada KUPS Sinar Mandalawangi dari Desa Mandalasari dan KUPS Mandalagiri 1 asal Desa Rancasalak, Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dengan bantuan alat roasting yang dapat digunakan untuk memanggang kopi, maka rasa kopi akan terasa lebih nikmat karena memunculkan rasa biji kopi asli.

Tidak hanya roasting, tapi juga berupa bantuan alat lainnya, seperti grinder yang berfungsi untuk menggiling atau menghaluskan biji kopi.

Selain itu, ada berbagai alat pendukung lainnya yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktifitas petani. "Alhamdulillah, alat ekonomi produktif ini sudah diterima kelompok masyarakat yang menjadi sasaran. Bantuan ini sifatnya baru awal dan akan terus dilakukan," kata Siti.

Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini, menegaskan bahwa KLHK akan lebih intensif lagi mendorong percepatan program perhutanan sosial karena telah terbukti mampu menciptakan lapangan kerja dan menyediakan bahan baku industri sebagai substitusi impor.

Perhutanan Sosial, lanjut Menteri Siti, tidak hanya mampu meningkatkan dan menguatkan struktur ekonomi pedesaan serta meningkatkan pendapatan masyarakat, tapi juga menambah tutupan hutan hingga dapat mendukung gerakan perubahan iklim, berkontribusi dalam memperlambat terjadinya pemanasan global. "Program Perhutanan Sosial memiliki banyak misi, peningkatan ekonomi masyarakat pedesaan, juga mensuport penurunan emisi gas rumah kaca," ucap Bambang. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA