Habiburokhman Pertanyakan KSP Undang Dirut PT AKS

IN
Oleh inilahcom
Kamis 02 April 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI fraksi Gerindra Habiburokhman menyoroti undangan Kantor Staf Presiden (KSP) terhadap Haksono Santoso selaku Komisaris dan Samuel Santoso, Direktur Utama PT Aries Kencana Sejahtera (AKS).

Padahal, PT AKS diduga tengah bermasalah atas kasus dugaan ekspor balok timah tanpa izin.

"Saya bingung juga apa relevansi bisnis PT AKS dengan Tupoksi KSP sampai mau panggil PT AKS begitu. Seharusnya soal manajemen PT Timah yang lebih relevan kementerian BUMN. Ya itu dia, apa gak berlebihan sampai panggil pihak swasta begitu," kata anggota legislatif Dapil Jakarta Timur ini saat dihubungi, Kamis (2/4/2020).

Berdasarkan surat undangan KSP terhadap pengusaha tambah dan dan smelter timah yang beredar itu, lembaga pimpinan Moeldoko ini terkesan terburu-buru dan undangannya adalah rapat tatap muka langsung bukan work from home. Padahal, Indonesia khususnya Jakarta sedang keadaan gawat darurat karena pandemi Covid-19 sehingga Presiden Joko Widodo menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan melarang jajaranya melakukan rapat tatap muka.

Dalam surat undangan itu, selain Haksono Santoso dan Samuel Santoso juga mengundang Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Brigjen Agung Budijono. Pertemuan dilakukan hari ini Kamis 2 April 2020.

"Saya pikir sementara ini kita semua fokus corona dululah, minimal untuk dua bulan ke depan. Di seluruh dunia juga orang tidak ngurus bisnis dulu karena keselamatan dan kesehatan di atas segalanya," sindir Habib.

PT Aries Kencana Sejahtera disebut kepolisian terlibat dalam kasus ekspor balok timah tanpa izin. Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Mabes Polri mulai menyelidiki dugaan adanya pelanggaran dalam rencana ekspor 150 ton balok timah milik perusahaan peleburan timah (smelter) PT Aries Kencana Sejahtera (AKS). Dikabarkan saat itu penyidik dari Bareskrim sudah tiba di Bangka untuk mulai melakukan penyelidikan dokumen dan keabsahan timah PT AKS.

Perkara dugaan pelanggaran UU Minerba ini hingga menyeret Direktur Operasional PT BTISW, berawal dari giat pemeriksaan sejumlah semelter yang ada di Bangka diantaranya PT AKS, PT RBT dan CV AJ oleh Tim Mabes Polri bersama Tim Ditreskrimsus Polda Kep. Babel tahun 2018 lalu.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA