Program 10 Rumah Aman Energi Ukhuwah Umat

IN
Oleh inilahcom
Jumat 03 April 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Program 10 Rumah Aman milik Kantor Staf Presiden (KSP) menjadi energi sosial baru bagi publik. Kehadirannya menguatkan ukhuwah umat di tengah social distancing karena imbas Covid-19.

Dilakukan secara gotong royong, program ini ternyata makin menguatkan sisi humanisme antar warga yang berada #diRumahSaja.

"Kami terharu dengan sambutan warga yang luar biasa. Mereka sangat antusias dan selalu menunggu petugas yang datang setiap hari. Kalau tahu para petugas datang, mereka langsung berdiri di depan pintu. Meski tetap jaga jarak, ada nuansa persaudaraan baru yang muncul. Itu muncul dari gesturnya yang hangat," ungkap Ketua RT.8/RW.9 Balekambang, Kramatjati, Jakarta Timur, Zainal, Jumat (3/4/2020).

Setiap hari, para Petugas Ukur Suhu harus memastikan suhu warga di wilayahnya berada di bawah 37,5 derajat celcius. Mereka juga harus mengontrol tidak adanya radang tenggorokan, batuk, dan sesak nafas dengan durasi 2 hari atau lebih. Zainal menambahkan, kondisi warga di wilayahnya negatif Covid-19. Meski demikian, program 10 Rumah Aman terus dijalankan secara serius.

"Semuanya berjalan lancar dan serius di RT kami. Pendataan terus berjalan. Kami juga bersyukur karena tidak ada warga yang positif Covid-19. Semuanya tentu jadi lega. Munculnya pandemi Covid-19 justru membuat kami semakin solid. Persaudaraannya semakin kuat dan sangat tulus. Sejak awal kami selalu mengingatkan, saudara terdekat itu adalah tetangga," lanjut Zainal.

Hangatnya suasana baru persaudaraan warga RT 8/RW.9 Balekambang juga terlihat dari aktivitas amal. Bantuan logistik bahan kebutuhan sehari-hari terus mengalir diberikan para donatur. Bentuknya sangat beragam mulai dari sembako hingga uang tunai. Zainal kembali menjelaskan, sisi humanisme warganya tetap tinggi di tengah kondisi perekonomian keluarga yang berat.

Energi positif juga dipancarkan warga RT 01/RW.02 Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Kawasan ini dihuni sekitar 38 rumah. Ikatan psikologis warganya pun semakin kuat oleh pandemi Covid-19. Ketua RT.01/RW.02 Bendungan Hilir, Rani Eddy, menerangkan, warga tetap solid menjalankan program 10 Rumah Aman dan memerangi Covid-19.

"Kami menghadapi pandemi Covid-19 secara bersama-sama. Seluruh warga sangat positif dan tidak ada yang terjangkit Covid-19. Untuk pelaksaan pendataan suhu badan dan lainnya berjalan normal. Warga sudah tahu porsinya masing-masing. Semua memang dilakukan swadaya. Jadi, tidak ada kesulitan dan situasi ini justru menguatkan persaudaraan kami. Ada semangat baru untuk bangkit," terang Rani.

Mengacu data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ada 1.790 pasien yang positif, Kamis (2/4) pukul 15.40 WIB. Sebarannya merata pada 32 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.508 pasien positif Covid-19 menjalani perawatan intensif. Total pasien positif Covid-19 yang dinyakan sembuh berjumlah 112 orang, lalu ada 170 kasus kematian.

"Sikap positif dari warga menjadi modal utama untuk memerangi Covid-19. Kepedulian warga tentu akan menekan pergerakan jumlah positif Covid-19. Mata rantai sebarannya otomatis terputus. Lebih dari itu, kami berharap sikap gotong royong dan tingginya kepedulian warga terus berlanjut," kata Kepala Staf Presiden Moeldoko. [ton]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA