Ustadz Haikal : Saya Gak Sanggup Melanjutkannya

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 04 April 2020
share
Ustadz Haikal Hassan - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Rencana Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012, soal Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Pasalnya, napi koruptor dan narkotika, yang tata laksana pembebasannya diatur lewat PP itu, tidak bisa ikut dibebaskan bersama 30.000 napi lain dalam rangka pencegahan Covid-19 di lembaga pemasyarakatan.

Hal ini kemudian terus disoroti banyak kalangan. Termasuk tokoh agama. Salah satunya datang dari Ustadz Haikal Hassan. Dia, merasa heran lantaran sejatinya sel napi koruptor justru berbeda dengan biasa.

Karena satu sel diisi satu orang, hal ini dinilainya sulit bila terpapar virus corona. Berbeda dengan napi umum yang dalam satu sel dihuni oleh banyak orang.

"Sel napi koruptor itu beda. Satu sel satu orang. Fasilitas? Jgn tanya! Sel yg lain itu super parah. Satu sel sd 40 orang. Duduk aja susah!," cuit akun Twitter @haikal_hassan, dikutip Sabtu (4/4/2020).


Ustadz Haikal, mengaku heran kalau ada wacana bebaskan napi koruptor dengan alasan kemanusiaan di tengah virus corona.

"Tau deh. Saya gak sanggup melanjutkannya," tulis dia. [wll]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA