Jangan Remehkan Efek Ekonomi Virus Pak Presiden...

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 04 April 2020
share
 

INILAHCOM, Medan - Pengamat ekonomi Wahyu Ario Pratomo, mengatakan, wabah Virus Corona baru atau COVID-19 bakal menimbulkan krisis ekonomi. Namun, kemungkinannya dalam jangka pendek. Mudah-mudahan benar prediksinya.

"Kalau COVID-19 berakhir, krisis ekonomi bisa cepat pulih kembali. Beda dengan krismon (krisis ekonomi) dan krisis global yang pemulihannya lambat," ujar Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan, Sabtu (4/4/2020).

Pemulihan ekonomi yang cepat usai pandemi COVID-19, lanjut dia, mengacu pada keyakinan bahwa semua sektor akan langsung bergerak usai virus itu tidak mewabah lagi. Menurut dia, saat ini masyarakat tidak berani melakukan aktivitas karena takut tertular virus.

Aktivitas masyarakat nyaris tidak ada karena pemerintah pun, kata dia, menerapkan social distancing untuk menekan penyebaran COVID-19.

"Perekonomian yang terganggu saat ini tidak memiliki dasar lain kecuali wabah COVID-19. Jadi pemulihannya bisa cepat saat virus itu bisa diatasi atau dampaknya bisa ditekan," ujar Wahyu.

Di Sumatera Utara, lanjut dia, perlambatan ekonomi akan terlihat jelas pada triwulan II atau April - Juni 2020. Sementara di triwulan I, meski ada perlambatan ekonomi, tetapi tidak besar karena dampak wabah COVID-19 baru dirasakan Maret, meskipun virus itu sudah mewabah secara global pada Februari 2020.

"Ada prakiraan, di triwulan I pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara berada di level 3,5%- 4,5%," katanya. Sementara pada triwulan II, kata dia, pertumbuhan ekonomi di provinsi itu akan lebih rendah atau 3%-4%. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA