Alasan MA Gelar Pemilihan Ketua Hari ini

IS
Oleh Ivan Setiyadi
Senin 06 April 2020
share
Gedung Mahkamah Agung Republik Indonesia

INILAHCOM, Jakarta- Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia menggelar sidang pemilihan Ketua MA hari ini, Senin (6/4/2020). Ketua MA Hatta Ali menjelaskan alasan pihaknya menggelar Sidang Paripurna Pemilihan Ketua MA di tengah pandemi corona.

Hatta Ali menegaskan tetap digelarnya Sidang Paripurna Pemilihan Ketua MA bukan untuk melawan imbauan pemerintah untuk berkumpul. Sidang ini digelar demi kepentingan MA sebagai lembaga peradilan tertinggi.

"Ini semata-mata demi kepentingan lembaga MA sebagai salah satu cabang kekuasaan negara yang harus terus tegak di bawah pimpinan tertinggi lembaga peradilan," kata Hatta Ali dalam sambutannya yang disiarkan secara livestreaming dari Gedung MA, Jakarta, Senin (6/4/2020).

Hatta Ali mengatakan dirinya menginjak usia 70 tahun atau memasuki masa pensiun sebagai Hakim Agung pada Selasa (7/4/2020) besok. Apalagi, kata Hatta Ali, Sidang Paripurna Pemilihan Ketua MA hari ini telah ditetapkan dan disiapkan jauh hari sebelum terjadinya pandemi virus corona.

"Oleh karena itu pemilihan ini tetap harus kita laksanakan untuk menghindari kekosongan pucuk pimpinan MA. besar harapan saya, para hakim agung yg memiliki hak suara dapat memilih ketua MA tanpa terpengaruh intervensi apapun, kecuali intervensi hati nurani," katanya.

Dengan kondisi saat ini, Sidang Pemilihan Ketua MA digelar dengan protokol pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19). Sidang Paripurna tidak menghadirkan pengunjung namun hanya dihadiri oleh pemilik hak suara dan panitia pemilihan. Sementara tempat duduk para Hakim Agung yang memiliki hak suara pun diatur dengan jarak lebih dari satu meter.

Seluruh hadirin menggunakan masker dan sarung tangan, serta modifikasi pada tahapan proses pemilihan. Meski demikian, Hatta Ali meyakini kondisi tersebut tidak mengurangi keabsahan Sidang Pleno Pemilihan Ketua MA karena dapat disaksikan langsung secara live streaming oleh publik, media, dan seluruh warga pengadilan

"Model seperti ini tidak menghilangkan keabsahan dari sidang, tapi lebih kepada mengakomodir kondisi agar sidang tetap bisa berjalan," katanya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA