Polda Jatim gagalkan Penyelundupan 27 Ribu Benur

IN
Oleh inilahcom
Jumat 10 April 2020
share
 

INILAHCOM, Surabaya - Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil menggagalkan penyelundupan 27 ribu benih lobster alias Benur senilai Rp 4,2 Miliar, Senin (6/4/2020) lalu.

Menurutnya, ada dua tersangka diamankan dalam kasus ini. Mereka adalah AJ warga Tirto, Pekalongan, Jateng dan MDS warga Lubuklinggau.

"Keduanya dibekuk petugas saat hendak mengirim ribuan benur yang dikemas dalam kotak sterofoam," ujar Trunoyudo, Kamis (9/4/2020).

Ia menjelaskan bagaimana petugas menggagalkan upaya penyelundupan tersebut. Awalnya petugas membuntuti mobil Toyota Avanza bernopol G-9486-NM yang digunakan mereka menyelundupkan Benur dipepet kendaraan petugas, di Gerbang Tol Kejapanan 1, Jalan Tol Porong-Gempol, Kauman Baru, Gempol, Pasuruan.

"Senin kemarin ya telah lakukan penangkapan di jalur gerbang tol Pasuruan Jatim," ujarnya.

Ia menerangkan ribuan Benur yang akan diselundupkan mereka berasal dari pemasok yang ada di Lombok. Rencananya bakal dikirim ke sejumlah negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, dan Tiongkok, melalui jalur pelabuhan di kawasan Batam.

Sementara itu, Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan, penyidiknya masih terus mendalami temuan kasus tersebut. Gidion menuturkan, sindikat tersebut kerap mengirim sendiri Benur yang telah dipesan oleh pembeli di luar negeri, melalui jalur darat.

"Pola pengamanan lobster bisa dibayangkan, ini dimasukan dalam mobil, mereka memang mengerti penyelamatan benur sampai ke tujuan," tutur Gidion.

Menanggapi keberhasilan ini aparat Polda Jatim dalam mengungkap sindikat tersebut, Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan Kota Surabaya I Muhlin mengapresiasi langkah cepat Polda Jatim memberangus dan membongkar sindikat penyelundupan Benur tersebut.

Pengungkapan kasus ini dianggapnya sebagai kasus pertama yang berhasil diungkap pada tahun 2020 atau ditengah terpaan Wabah Pandemik Covid-19. "Ini kasus pertama di tahun 2020. Kalau tahun 2019 kemarin ada banyak 7 kasus yang diungkap dengan penyelamatan 180 Ribu ekor benih," pungkas Muhlin. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA