Redam Covid-19, Masyarakat Diharap Tak Mudik

IN
Oleh inilahcom
Jumat 10 April 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Bupati Madiun Ahmad Dawami mengatakan masyarakat belum taat terhadap aturan pemerintah pusat. Pasalnya, pergerakan arus masuk manusia di Madiun dinilai masih sangatlah besar.

Gelombang pergerakan manusia yang masuk ke Madiun mencapai lebih dari 10 ribu orang. Mereka rata-rata para perantau yang tinggal di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, dan lainnya.

"Pemerintah pusat harus lebih ketat mencegah pergerakan orang-orang tersebut. Bagaimana mereka ini tidak keluar dari kota atau daerah tersebut harus diupayakan maksimal," ujarnya.

Mengacu informasi http://infocovid19.jatimprov.go.id/, Rabu (8/4/2020) lalu, Madiun memiliki 1 pasien positif Covid-19. Sekitar 8 orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), lalu 172 nama Orang Dalam Pemantauan (ODP). Untuk wilayah Jawa Timur jumlah total infeksi Covid-19 mencapai 196 pasien. Rinciannya pasien sembuh 23,47 persen dan sedang dirawat 67,86 persen, lalu meninggal 8,67 persen.

Adapun jumlah PDP sekitar 1.185 orang dengan komposisinya terdapat 67,93 persen nama dalam pengawasan, lalu 26,92 persen sudah selesai menjalani pengawasan. Mereka yang meninggal dunia mencapai 5,15 persen dan untuk status ODP jumlahnya sekitar 12.314 orang. Dari angka itu, sebanyak 67 persen sedang dipantau, lalu 32,9 persen dinyakan selesai, sedangkan umlah ODP yang meninggal mencapai 0,11 persen.

"Kami sedikit beruntung karena seluruh aparat sangat responsif. Mereka mencatat dan melaporkan tiap nama yang masuk ke wilayahnya masing-masing. Mengacu besarnya pergerakan manusia, khususnya yang masuk di Madiun ini, koordinasi lintas institusi semakin intensif dilakukan," papar Ahmad.

Sama seperti di Madiun, sikap siaga juga ditunjukan Pemerintah Kabupaten Ponorogo yang menjaga 7 pintu masuk selama 24 jam non stop. Pos pantau pergerakan orang ini berada di Babadan, Sawoo, Sukorejo, Mlilir, Slahung, Sampang, dan Badegan.

"Ponorogo terus membatasi sebaran Covid-19. Tapi, pergerakan arus masuk orang-orang masih terjadi. Kami sudah siapkan 7 pos untuk mengawasi mereka. Tapi, ada beberapa orang yang berbohong. Dia datang dari Jakarta dengan bus dan turun di Wonogiri, lalu masuk ke sini dengan motor. Mereka tidak bawa barang dan mengaku dari wilayah lain di sekitar sini," kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Berdasarkan data http://infocovid19.jatimprov.go.id/ juga, Ponorogo memiliki 3 pasien positif Covid-19. Ada juga 15 nama dalam status PDP, lalu 298 jiwa ODP.

Selain Jawa Timur, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sementara waktu melarang warganya kembali dari perantauan. Sebab, banyak warga Tapanuli Tengah merantau di Jakarta, Medan, dan kota besar lain.

"Warga Tapanuli Tengah di perantauan jangan pulang, bertahan di sana saja. Kami sedang fokus untuk memutus sebaran Covid-19. Selain pemantauan orang dari luar daerah, kami juga menyemprot cairan disinfektan, penyampaian himbauan, dan mendirikan banyak posko kesehatan," terang Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Pergerakan pasien positif Covid-19 skala nasional memang naik. Hingga Rabu (8/4) sore WIB, jumlah kasus positif Covid-19 sekitar 2.956 kasus. Angka tersebut naik 218 pasien dalam 24 jam terakhir. Untuk jumlah total pasien sembuh Covid-19 sekitar 222 orang setelah ada penambahan 18 nama. Namun, ada penambahan 19 pasien Covid-19 yang meninggal sehingga jumlah totalnya mencapai 240 kasus.

"Kesadaran memang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat di perantauan. Mereka tidak melakukan perjalanan, kecuali Covid-19 sepenuhnya aman dan bersih dari Indonesia. Upaya ke arah sana sekarang ini terus dilakukan pemerintah pusat. Sebaran Covid-19 akan terputus apabila gotong royong seluruh elemen masyarakat berjalan," kata Kepala Staf Presiden Moeldoko. [ton]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA