Lawan Wabah COVID-19

Indef Dorong Tambahan Dana Stimulus Jadi Rp1.600T

IN
Oleh inilahcom
Senin 13 April 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mendukung usulan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) agar anggaran stimulus ekonomi untuk menangani dampak COVID-19 naik dari Rp405 triliun menjadi Rp1.600 triliun.

Pendiri Indef, Didin S Damanhuri dalam kuliah umum virtual di Jakarta, Senin (13/4/2020), mengatakan, fokus utama anggaran COVID tetap harus untuk bidang kesehatan. "Kalau mau disetujui Rp1.600 triliun, hendaknya Rp700 triliun untuk kesehatan, untuk mengatasi kemiskinan dan perlindungan sosial Rp600 triliun, maka cukuplah Rp300 triliun untuk UMKM dan korporasi," katanya.

Menurut Didin, alokasi anggaran untuk kesehatan dan UMKM adalah human investment demi pertumbuhan dan pembangunan yang berkelanjutan.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB itu, mengatakan, stimulus hingga Rp1.600 triliun atau sekitar 10 persen dari produk domestik bruto (PDB) dalam penanganan COVID-19 juga telah dilakukan berbagai negara.

"Termasuk juga dilakukan oleh negara yang PDB-nya lebih kecil dari Indonesia yaitu Thailand. Negara maju umumnya 10 persen dari PDB seperti Prancis, Inggris maupun Jerman dan bahkan AS," katanya.

Didin kembali menegaskan dalam penanganan COVID-19, jaminan perlindungan sosial dan UMKM adalah hal-hal yang harus jadi fokus utama anggaran. "Kalau disetujui, anggaran kesehatan, jaminan sosial dan UMKM ini harus jadi fokus utamanya," katanya.

Dalam usulan Kadin, dari total stimulus sebesar Rp1.600 triliun rinciannya yakni untuk program jaring pengaman sosial sebesar Rp600 triliun, dana kesehatan Rp400 triliun, dana finansial perbankan sebesar Rp500 triliun sampai Rp600 triliun.

Kadin menyarankan porsi sebesar Rp500 triliun sampai Rp600 triliun diberikan sebagai relaksasi terhadap perbankan agar bisa memberikan keringanan kepada pelaku usaha kecil dan menengah. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA