Cara Pertamina Cegah Penyebaran COVID-19 di SPBU

IK
Oleh ikhsan
Rabu 15 April 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) melakukan sejumlah cara untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Hal ini dilakukan demi pelayanan terhadap kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) tetap berjalan meskipun di sejumlah wilayah sudah dalam kondisi siaga COVID-19.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengatakan bahwa upaya-upaya tersebut dilakukan agar masyarakat tetap merasa aman dan nyaman ketika membeli BBM di SPBU Pertamina.

"Seperti kita tahu, SPBU merupakan tempat publik dimana banyak orang yang lalu lalang. Sehingga kami menerapkan prosedur tambahan, bukan saja untuk mengantisipasi penyebaran virus, namun juga menjaga operator SPBU sebagai garda depan kami. Bagaimanapun, mereka adalah bagian penting dari perusahaan yang bertugas melayani langsung masyarakat, sehingga kami juga berkepentingan menjaga mereka," kata Fajriyah dalam keterangan tertulisnya.

Beberapa upaya tersebut di antaranya adalah:

- SPBU melakukan pemeriksaan suhu kepada setiap petugas SPBU yang akan memulai dan mengakhiri shift bertugas.

- Seluruh petugas SPBU Pertamina wajib menggunakan masker dan menjaga jarak dengan konsumen sekitar 1,5 meter.

- Petugas SPBU juga menggunakan sarung tahan berbahan karet saat proses penerimaan dan pengembalian uang serta menghindari menyentuh wajah.

- SPBU menyediakan hand sanitizer atau alkohol lebih dari 60% di setiap pulau pompa ataupun area dengan tingkat interaksi yang tinggi. Petugas SPBU diwajibkan membersihkan tangan setiap kali melayani transaksi.

- Untuk SPBU yang menyediakan layanan self service, SPBU menyediakan petugas yang rutin membersihkan nozzle dengan disinfektan.

- Area kantor dan fasilitas lainnya terutama yang sering dikunjungi konsumen seperti toilet dan musholla, juga dibersihkan secara rutin dengan disinfektan.

- Konsumen diimbau untuk menggunakan metode pembayaran cashless.

- Apabila ada pelayanan yang kurang sesuai, konsumen dapat menghubungi 135.

Fajriyah menambahkan, upaya-upaya ini dilakukan bukan saja di SPBU namun juga di jaringan distribusi Pertamina lainnya seperti agen dan pangkalan LPG.

Karena itu, masyarakat diimbau agar tidak panik dalam membeli BBM maupun LPG, karena pelayanan akan tetap berjalan dengan baik dan ketahanan stok BBM maupun LPG dijaga untuk terus berada di level lebih dari 20 hari.

"Pertamina telah menginstruksikan seluruh SPBU dan agen/ pangkalan resmi untuk melakukan langkah-langkah seperti di atas. Apabila ada masyarakat yang merasa ada ketidaksesuai prosedur atau membutuhkan informasi tambahan mengenai layanan Pertamina, maka dapat menghubungi Pertamina Call Center 135," ucapnya.

Tak hanya itu saja, dengan diterapkannya kebijakan work from home (WFH) oleh Pemerintah, Pertamina juga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan bahan bakar tanpa harus datang ke SPBU.

Menurut Unit Manager Communication Relation & CSR Marketing Operation Region III Dewi Sri Utami, masyarakat yang membutuhkan BBM cukup memesan melalui layanan pesan antar Pertamina di Call Center 135.

Untuk pengantarannya, akan dilakukan melalui program Pertamina Delivery Service (PDS) yang tersedia di 45 SPBU di wilayah Marketing Operation Region III, yakni di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

"Setelah telepon ke Call Center 135, konsumen dapat memesan produk dan jumlah yang diinginkan. BBM akan diantar dalam kemasan dirigen, dengan minimal pembelian sebanyak 20 liter dan maksimal 30 liter BBM," jelas Dewi.

Dia mengklaim proses pemesanan bisa dilakukan sejak pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB. BBM akan diantar ke lokasi pemesanan pada hari yang sama dengan maksimal pengantaran pukul 20.00 WIB atau menyesuaikan kepadatan kondisi lalu lintas.

"Harga BBM sama dengan di SPBU, dengan biaya pengantaran sebesar Rp20.000 per trip," pungkas Dewi.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA