Sederet Staf Presiden Jokowi yang Bikin Blunder

FZ
Oleh Fadly Zikry
Kamis 16 April 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Staf khusus millenial Presiden Jokowi bidang ekonomi dan keuangan, Andi Taufan Garuda Putra, bukan staf pertama Presiden Jokowi yang membuat blunder.

Sebelumnya, tiga staf millenial Presiden Jokowi sudah mendahului Taufan. Siapa saja mereka?

Pertama, Billy Gracia Yosaphat Mambrasar. Pada Sabtu 30 November 2011, Billy dikritik netizen terkait cuitannya yang dinilai tidak mencerminkan persatuan pasca pertarungan sengit Pilpres 2019.

"Stlh membahas ttg Pancasila (yg bikin kubu sebelah megap2), lalu kerja mendesign kartu Pra-kerja di Jkt, lalu sy ke Pulau Damai penuh keberagaman: BALI! Utk mengisi materi co-working space,mendorong bertambahnya jumlah entrepreneur muda, utk pengurangan pengangguran dan angka kemiskinan," tulis Billy melalui akun Twitter pribadinya @kitongbisa, Sabtu (30/11/2019).

Setelah ramai, Billy pun menyampaikan permohonan maaf dan menghapus cuitannya tersebut. Namun cuitannya itu kadung di-screenshot oleh warganet. Dan tagar #StafsusRasaBuzzeRp menjadi trending topik di twitter pada Minggu (1/12/2019).

"Assalamu'alaikum dan salam sejahtera untuk kita semua. Saya pertama memohon maaf atas kesalahpahaman yang muncul karena salah 1 cuitan saya yang menggunakan kata yang menimbulkan multitafsir, yaitu kata: 'Kubu'," klarifikasi Billy pada Minggu (1/12/2019).

Kedua Angkie Yudistia. Angkie pernah mengunggah informasi hoaks di akun instagramnya mengenai cara sederhana mengetahui virus corona selama 10 detik dengan cara menarik nafas. Warganet pun kembali menyampaikan mengkritik kepada staf Presiden. Setelah mengetahui kekeliruannya, Angkie pun menghapus unggahan tersebut dan meminta maaf.

"Postingan aku sebelumnya hapus ya, padahal dari siapa-nya pun udah saya cantukan. Kalau masih ada yang marah, maaf ya dan next akan saya crosscheck lagi sebelum posting. Baikan laah kitaa. Semakin panik, dan jangan pada caci maki ya. Namaste sekali lagi, always self hygiene. This too shall pass, Insya Allah," tulis angkie Pada Senin (16/3/2020).

Ketiga, Adamas Belva Syah Devara, pendiri Ruang Guru. Ia membuat heboh warganet terkait pernyataan dalam poster milik BNPB soal Covid-19.

"Bukan waktunya saling menjatuhkan atau saling membully. Ayo bertanya pada diri sendiri apa yang bisa saya lakukan untuk negeri. Menyalakan lilin lebih baik daripada menyalahkan kegelapan," ujar Belva dalam poster tersebut.

Pernyataan itu pun dikritik banyak pihak. Beberapa warganet bahkan mempertanyakan sikap pemerintah yang dinilai tidak serius ketika pertama kali diingatkan mengenai virus corona yang kerap ditanggapi dengan lelucon.

"Saya ingin mengklarifikasi bahwa quote yang ditulis dari BNPB tersebut tidak memberikan gambaran yang utuh," klarifikasi Adamas di akun twitternya, Rabu (25/3/2020).

Keempat Andi Taufan garuda Putra, pendiri PT Amartha Mikro Fintech. Taufan diketahui mengirimkan surat kepada para Camat seluruh Indonesia, untuk meminta bantuan para Camat melibatkan perusahaannya dalam melakukan edukasi lapangan ke masyarakat desa dan pendataan kebutuhan alat pelindung diri (APD) Puskesmas.

Seperti yang lainnya, Taufan pun akhirnya juga meminta maaf dan mencabut kembali surat berkop Sekretariat Kabinet yang dikirimnya tersebut.

Untuk informasi, Presiden Jokowi mengangkat 7 staf khusus Presiden yang terdiri dari para millenial yang dinilai berprestasi. Selain empat staf khusus diatas, tiga staf khusus lainnya yaitu, Founder dan CEO Creativepreneur Putri Tanjung. Pendiri Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, dan Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII) Aminuddin Maruf.

Gaji Staf Khusus Millenial Presiden

Gaji Staf Khusus tersebut diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 144/2015 tentang besaran Hak Keuangan Bagi Staf Khusus Presiden, Staf Khusus Wakil Presiden, Wakil Sekretaris Pribadi Presiden, Asisten dan Pembantu Asisten. Mereka menerima gaji sebesar Rp 51 juta per bulan.

Jumlah tersebut setara dengan gaji pejabat eselon I di Sekretariat Negara. Hak keuangan merupakan pendapatan keseluruhan yang diterima dan sudah termasuk di dalamnya gaji dasar, tunjangan kinerja, dan pajak penghasilan. [fad]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA