Kasus Suap Garuda

KPK Telisik Asal Usul Aset Hadinoto Soedigno

IN
Oleh inilahcom
Kamis 23 April 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik aset Hadinoto Soedigno (HS), tersangka kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolly Royce Plc untuk Garuda Indonesia.

KPK menelisik aset milik Hadinoto tersebut lewat dua saksi yang diperiksa hari ini. Dua saksi yang dari pihak swasta itu yakni, Sri Endang Nurliana dan seorang Notaris, Irfan Mediawan.

"Penyidik mengkonfirmasi adanya pembelian aset-aset milik tersangka HS," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (22/4/2020).

Awalnya, penyidik mengagendakan pemeriksaan terhadap enam saksi pada hari ini. Namun, hanya dua saksi yakni Sri Endang Nurliana dan Irfan Mediawan yang memenuhi panggilan pemeriksaan.

Sementara empat saksi lainnya yakni, Pensiunan Pegawai PT Garuda Indonesia, Agus Wahjudo; dua Staf PT Almaron Perkasa, Heni Febrian dan Catarina Niken Saraswati; serta pihak swasta, Rullianto Hadinoto mangkir alias tidak memenuhi panggilan pemeriksaan.

"Untuk saksi Agus Wahjudo pemeriksaan akan dijadwalkan ulang. Sedangkan tiga saksi lainnya belum diperoleh informasi," ucapnya.

Hadinoto Soedigno sendiri merupakan mantan Direktur Teknik dan Pengelola Armada PT. Garuda Indonesia yang telah ditetapkan sebagai tersangka baru dalam perkara ini. Ia diduga terlibat dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2004-2015.

Hadinoto diduga menerima sejumlah uang dari bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo. Uang tersebut untuk memuluskan empat proyek pengadaan pesawat tahun anggaran 2008 - 2013 dari perusahaan Rolls Royce.

Empat proyek tersebut adalah kontrak pembelian pesawat Trent seri 700 dan perawatan mesin dengan perusahaan Rolls-Royce. Kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S.

Kemudian, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR). Dan Kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

Sebeumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia, Rolls Royce.

Emirsyah diduga telah menerima sebesar 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar Amerika Serikat dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

Kemudian, KPK mengidentifikasi adanya dugaan suap dalam pengadaan pesawat selain jenis Airbus. KPK menduga ada indikasi suap dalam pembelian pesawat jenis Bombardier dan Avions de Transport Regional (ATR). Total suap yang berhasil diidentifikasi KPK sebesar Rp100 miliar.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA