Duit Seret, BI Salahkan PSBB dan Larangan Mudik

IN
Oleh inilahcom
Jumat 01 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Tahun ini, peredaran uang saat Puasa dan Lebaran, diprediksi seret. Kondisinya jauh berbeda ketimbang tahun lalu. Ya, semuanya lantaran berbagai kebijakan mengantisipasi pandemi COVID-19.

Menurut catatan Bank Indonesia (BI), peredaran uang sepanjang Puasa di Bulan Ramadan hingga Lebaran, mengalami peunurunan lumayan signifikan. Dipicu kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sekaligus larangan mudik pada.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim menyatakan, tahun ini, kebutuhan uang kartal selama Ramadan hingga Lebaran, diproyeksi hanya Rp158 triliun. Jauh lebih sedikit ketimbang 2019 yang mencapai Rp192 triliun. Penurunan secara tahunan atau year on year (YOY) mencapai 17,7%. "Dalam hal penyediaan, kami sudah ditugasi untuk tetap memenuhi kebutuhan. Saldo kas uang tunai BI masih memiliki ketahanan selama 6 bulan ke depan," kata Marlison dalam video conference, Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Kebutuhan uang tunai tertinggi pada periode Ramadan/Idulfitri tahun ini terjadi di daerah Jabodetabek yang diprakirakan sebesar Rp 38,0 triliun.

Dalam mencegah perluasan penyebaran COVID-19, BI senantiasa mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai melalui digital banking, uang elektronik, dan QR Code Pembayaran dengan standar QRIS (QR Code Indonesian Standard).

Berbeda dari tahun sebelumnya, memerhatikan aspek kemanusiaan dan kesehatan masyarakat dalam memitigasi penyebaran COVID-19, layanan penukaran uang kepada masyarakat yang biasanya disediakan melalui penyediaan penukaran di lokasi umum seperti monas dan pasar tradisional, maka pada tahun ini hanya disediakan melalui loket di bank.

BI telah berkoordinasi dan meminta perbankan, agar dalam memberikan layanan dimaksud menegakkan protokol pencegahan Covid-19 pada masa PSBB secara ketat yang telah ditetapkan pemerintah. Protokol dimaksud antara lain penggunaan masker, pemindaian suhu tubuh, dan penerapan physical distancing.

Adapun, penukaran masyarakat akan dilayani oleh 3.742 Kantor Cabang (KC) bank di seluruh Indonesia, yang terdiri atas 344 KC bank di daerah Jabodetabek dan 3.398 KC bank di wilayah luar Jabodetabek terhitung mulai dari tanggal 29 April sampai dengan 20 Mei 2020.

Filianingsih Hendarta, Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI mengimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol pencegahan COVID-19 dan memerhatikan kebijakan pelaksanaan PSBB yang diterapkan pemerintah daerah setempat. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA