Vokalis XI DPR Ini Tolak BI Cetak Uang Serampangan

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 02 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Terkait usulan Badan Anggaran (Banggar) DPR agar Bank Indonesia mencetak uang besar-besaran hingga Rp600 triliun, di tengah Pandemi COVID-19, layak ditolak. Lho?

Vokalis Komisi XI DPR Kamrussamad menegaskan bahwa mencetak uang dalam jumlah besar untuk saat ini, bakal menimbulkan masalah baru. Mulai dari inflasi hingga potensi skandal keuangan baru. "Cetak uang suatu negara, bisa melahirkan inflasi tak terkendali, yakni harga barang menjadi mahal," papar Kamrussamad kepada INILAHCOM, Jakarta, Sabtu (2/4/2020).

Selain itu, kata kader Partai Gerinrdra ini, mencetak uang baru dalam jumlah besar, untuk disalurkan ke perbankan, justru membuka peluang terjadinya moral hazard. Ujung-ujungnya melahirkan skandal keuangan dalam jumlah signifikan. "Berpotensi menjadi skandal keuangan baru dengan dalih penguatan likuiditas atau dengan alasan penguatan sektor riil," tuturnya.

Saat ini, menurut anak buah Prabowo ini, pemerintah perlu fokus menyelamatkan sektor UMKM. Jangan lagi melupakan UMKM, sementara korporasi besar selama ini dimanjakan. Namun justru merongrong keuangan negara. "Karena itu, cetak uang adalah last resort bagi negara yang berperadaban," pungkas Kamrussamad.

Sekedar mengingatkan, Banggar DPR sempat mendorong pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk mencetak uang hingga Rp600 triliun. Alasannya untuk menyelamatkan ekonomi dari dampak virus Corona (COVID-19).

Hal itu disampaikan Ketua Banggar, Said Abdullah bahwa besarnya kebutuhan pembiayaan yang diperlukan pemerintah dalam penanganan pandemi virus corona atau Covid-19 kurang mencukupi.

"Kemudian, semakin membesarnya kebutuhan pembiayaan APBN yang tidak mudah ditopang dari pembiayaan utang melalui skema global bond, maupun pinjaman internasional melalui berbagai lembaga keuangan," kata Said yang juga politisi PDIP ini.

Pandangan Kamrussamad senada dengan Fraksi PKS yang bertekad menolaj usulan cetak uang gede yang diinisiasi Banggar DPR itu. Hal ini diungkapkan oleh Hidayat Nur wahid, dimana menurutnya Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak usul tersebut.

Hidayat, yang merupakan anggota DPR senior asal PKS itu, menuliskan cuitannya di akun twitter pribadinya, @hnurwahid, kemudian me-mention akun twitter Rizal Ramli dengan ungkapan sepakat.

"Desakan Agar BI Mencetak Uang (rp 600 T)Itu Berbahaya, Bisa Hadirkan Hyper inflasi. Karenanya, @FPKSDPRRI menolak Usul Tsb. Kritik&Penolakan PKS Sudah Disampaikan Langsung Saat Raker Komisi XI DPR dengan MenKeu dan Gub BI dll. Cc @RamliRizal," tulisnya. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA