Tangsel Gelar Rapid Test, 122 Orang Tanpa Gejala

IS
Oleh Ivan Setyadhi
Minggu 03 Mei 2020
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak 4.099 orang mengikuti rapid test Covid-19 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan maupun Provinsi Banten.

Dari total itu, sebanyak 122 orang di antaranya dinyatakan reaktif atau masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Golongan OTG merupakan kategori Covid-19 yang paling berbahaya, karena menularkan tanpa gejala.

"Rapid test dilakukan di rumah sakit, kantor kelurahan, puskesmas dan Labkesda. Hasilnya banyak yang negatif, dan 122 reaktif atau OTG," kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 di Kota Tangsel Tulus Muladiyono di Pondok Aren, Tangsel, Minggu (3/5/2020).

Pemkot Tangsel telah menerima alat rapid test sebanyak 5.611 dan per 1 Mei 2020 sudah 4.099 yang digunakan dengan 24 alat di antaranya invalid atau tidak berfungsi dengan sebagai mana mestinya.

"Hasil dari rapid untuk negatif sebanyak 3.953 dan reaktif sebanyak 122. Sedangkan alat yang tersisa masih ada 1.512 lagi," sambungnya.

Tulus menjelaskan, rapid test bukan penentu utama seseorang dinyatakan terinfeksi virus. Namun, bagi yang dinyatakan reaktif, harus melanjutkan tes dengan metode Swab dengan Polymerase Chain Reaction (PCR).

"Jadi rapid test itu dilakukan untuk pengujian virus Corona di tubuh seseorang. Sementara tes Swab lewat PCR atau genome sequencing untuk menguji lendir dari tenggorokan, kerongkongan, atau hidung," pungkasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA