Alasan Inflasi, Muhidin Tak Setuju BI Cetak Uang

IN
Oleh inilahcom
Kamis 07 Mei 2020
share
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Muhidin M Said

INILAHCOM, Jakarta - Tidak semua politisi di Senayan sepakat dengan usulan agar Bank Indonesia (BI) mencetak uang besar. Dikhawatirkan mendorong inflasi menjadi tidak terkendali.

Seperti disampaikan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Muhidin M Said, pemerintah dan BI harus berhati-hati dalam menentukan kebijakan cetak uang. "Pertimbangan mengenai mencetak uang harus dipikirkan matang-matang. Memang ada sebagian yang menginginkan mencetak uang untuk membantu likuiditas di pasar. Namun, perlu kita ingat ada konsekuensi di balik itu semua, yaitu potensi inflasi di kemudian hari," ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/5/2020).

"Seperti kita ketahui, perbankan memiliki kemampuan keuangan, berupa cadangan berbentuk surat berharga yang bisa direpo-kan di Bank Indonesia, untuk menambah likuiditas di pasar. Maka, menurut pandangan saya belum saatnya BI mencetak uang," ungkap politisi senior ini.

Sedangkan Program Kartu Pra-Kerja, lanjut kader Partai Golkar ini, mendapat tanggapan yang luar biasa dari masyarakat. Terbukti sejak di launching pada 11 April 2020 hingga 22 April 2020, pesertanya mencapai 7.4 juta.

Masih kata Muhidin, di samping untuk meningkatkan kemampuan pekerja yang kena PHK, kartu prakerja juga berfungsi sebagai bantuan sosial. "Oleh karena itu, kebijakan ini perlu dilanjutkan, sehingga para pekerja yang telah memperoleh peningkatan skills ini, dapat memanfaatkan nya saat mereka sudah terjun ke dunia kerja lagi di saat COVID-19 sudah reda," ungkapnya.

Kata Muhidin, publik perlu tahu bahwa pemerintah tidak melakukan tender dengan platform digital dalam pelaksanaan program kartu pra-kerja ini. Yang dilakukan pemerintah adalah memberikan bantuan dana kepada masyarakat untuk membeli pelatihan yang disediakan melalui platform digital. "Sementara kerja sama antara mitra digital (platform) dengan lembaga pelatihan, berlaku secara business to business," pungkas Muhidin. [ipe]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA