14 WNI ABK Diduga Dieksploitasi

Bareskrim Tanya Kemenhub Untuk Periksa Syahbandar

IN
Oleh inilahcom
Selasa 12 Mei 2020
share
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Satgas TPPO Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memeriksa pihak Syahbandar terkait penyelidikan kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang yang diduga dialami para anak buah kapal Long Xing 629.

Syahbandar diperiksa sebagai saksi untuk mengkonfirmasi pengurusan pembuatan sampai pencetakan buku pelaut para ABK.

"Syahbandar diperiksa untuk menjelaskan terkait seaman book yang sudah disita," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo di Jakarta, Senin (11/5/2020).

Buku pelaut milik 14 ABK tersebut telah disita Bareskrim sebagai barang bukti.

Tidak hanya ke Syahbandar, Satgas TPPO juga mengkonfirmasi ke maskapai penerbangan internasional inisial CP karena para ABK mengaku berangkat dari Jakarta ke Busan, Korea Selatan menggunakan maskapai tersebut.

"Kami masih (penyelidikan) di tahap proses pemberangkatannya. Periksa syahbandar soal buku pelaut dan maskapai CP soal tiket keberangkatan," kata Sambo.

Jenderal bintang satu itu menambahkan jika nantinya ditemukan indikasi pemberangkatan 14 ABK dilakukan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku, maka perusahaan yang memberangkatkan mereka, akan dijerat hukum.

"Ini kan masih penyelidikan. Kalau nanti ternyata (perusahaan yang memberangkatkan) ABK unprocedural, kami kenakan Undang-Undang Pekerja Migran Indonesia Pasal 81 dan TPPO Pasal 4 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007," ujarnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA