CBC: Umumkan Kinerja Tujuh Bank, BPK Salah Besar

IN
Oleh inilahcom
Rabu 13 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pengumuman BPK terhadap bank-bank yang dianggap BPK tidak memiliki kinerja yang bagus sangatlah tidak bijaksana karena menyebutkan nama bank-bank tersebut.

Kondisi krisis perekonomian dunia dan nasional akibat corona virus merupakan factor yang sangat penting untuk diperhatikan dengan seksama dalam setiap kebijakan dan tidakan yang berdampak terhadap perekonomian secara luas.

Apalagi jika menyangkut confidence masyarakat akan perbankan. Perlulah dicamkan oleh BPK karena krisis perbankan diawali oleh ketidakpercayaan masyarakat terhadap perbankan. Apa yang dilakukan oleh BPK justru berpotensi besar merusak kepercayaan masyarakat terhadap perbankan.

Bukannya tidak mungkin BPK justru tengah menciptakan sumber awal dari krisis perbankan nasional. Krisis perbankan adalah krisis keuangan yang mempengaruhi aktivitas perbankan. Krisis perbankan termasuk bank run , yang mempengaruhi sebuah bank (apalagi BPK mengungkap tujuh bank), kepanikan perbankan, yang akhirnya mempengaruhi banyak bank dan ujungnya menyebabkan krisis perbankan sistemik.

Krisis perbankan ditandai oleh bank run yang menyebabkan runtuhnya lembaga keuangan. Bank run terjadi ketika banyak pelanggan bank menarik simpanannya karena mereka percaya bank itu mungkin gagal. Ada banyak bukti pada bank individu sepanjang sejarah, misalnya, beberapa kegagalan bank 2008-2009 di Amerika Serikat yang dikaitkan dengan bank runs.

Jika BPK paham akan potensi bank runs maka BPK tidak akan mengumumkan nama ketujuh bank tersebut kepada publik karena memang tidak ada gunanya. Alangkah eloknya jika BPK cukup memberikan rekomendasi kepada OJK agar OJK menindaklanjuti temuan BPK tersebut jika temuan BPK tersebut memang benar adanya.

Temuan BPK itu cukup meragukan karena beberapa bank yang dikemukakan oleh BPK ternyata mengatakan bahwa temuan BPK pada bank mereka tidak benar adanya. Jika public mempercayai temuan BPK maka hasil akhirnya adalah bank runs terhadap ketujuh bank tersebut.

Jika terjadi bank runs yang harus dipertimbangkan bahwa bank besar termasuk bank Himbara tidak akan mampu mem bail out ketujuh bank tersebut, bahkan akan menyeret bank-bank Himbara menjadi bank runs juga.

Pada gilirannnya bail out akan datang dari APBN yang menyebabkan deficit APBN akan semakin membengkak karena sudah mengantisipasi krisis karena Corona Virus. Negara yang sudah memiliki jaminan tabungan nasabah seperti Inggris saja terbukti juga melakukan bail out. Bail out di bank Lloyds menelan biaya 20,3 miliar di mana
Pemerintah Inggris mulai pulih menjual 43 persen bail out nya pada 2013. Efek bola liar dari cara BPK mengumumkan nama ketujuh bank menciptakan konsekuensi logis yang sangat berbahaya bagi perbankan nasional! [ipe]

Penulis: Achmad Deni Daruri
President Director Center for Banking Crisis (CBC)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA