Diframming Purnawirawan Lawan LBP Dukung Said Didu

IN
Oleh inilahcom
Kamis 14 Mei 2020
share
 

INILAHCOM,Jakarta - Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai ada upaya menggiring oponi bahwa seolah-olah ada sejumlah purnawirawan TNI dan Polri melawan Menko Maritim dan Investasi Jenderal (purn) Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) dan mendukung Said Didu.

Hal ini disampaikan Ferdinand menyusul, beredar pesan berantai ratusan nama-nama disebut memberikan dukungan dan menjadi pengacara Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. Dukungan kepada Said Didu yang sebagian besar dari purnawirawan TNI dan Polri guna menghadapi laporan dugaan pencemaran nama baik terhadap Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang telah dilaporkan ke polisi.

"Kalau membaca nama2 yg dituliskan patut diragukan kebenarannya. Mmg tujuannya utk framming opini saja biar seolah2 Purnawirawan melawan Luhut dan mendukung Saud Didu," tulis akun Twitter @FerdinandHaean2, dkutip Kamis (14/5/2020).


Ferdinand pun tak meyakini para purnawirawan TNI dan Polri yang dicatut namanya tersebut ingin melawan hukum.

"Logika yg sehat, tak mungkin Purnwirawan melawan hukum. Pak Kivlan yg sdh sepuh saja berani taat hukum,"

Said Didu sudah dilaporkan ke Bareskrim terkait video wawancaranya dengan Hersubeno Arief yang berdurasi 22 menit, beberapa waktu lalu. Video itu dinilai memuat ujaran kebencian terhadap Luhut.

Kasus ini merupakan buntut dari tayangan video yang diunggah ke Youtube yang berjudul "Luhut: Uang, Uang, dan Uang".

Dalam video itu Said Didu menuding Luhut yang hanya mementingkan keuntungan pribadi ketimbang urusan mengatasi pandemi virus corona (COVID-19).

Luhut kemudian mensomasi Said Didu untuk memberikan pernyataan maaf dalam batas waktu 2x24 jam. Terkait somasi itu, Said Didu melayangkan surat klarifikasi kepada mantan komandan perwira tertinggi militer ini 7 April 2020. Namun pihak Luhut menilai surat tersebut tidak memuat apa yang diharapkan. Luhut melalui tim kuasa hukumnya melaporkan Said Didu ke Mabes Polri.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA