Eks Dirut PTPN III Dituntut 6 Tahun Penjara

IS
Oleh Ivan Setyadhi
Kamis 14 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Dolly Parlagutan Pulungan dituntut hukuman enam tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider enam bulan kurungan.

Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)menilai, Dolly terbukti menerima suap SGD 345 atau setara Rp 3,55 miliar terkait distribusi gula kristal putih.

"Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa Dolly Parlagutan Pulungan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Jaksa KPK, Zaenal Abidin dalam membacakan surat tuntutan.

Jaksa KPK meyakini, Dolly bersama Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana diyakini terbukti menerima suap SGD345 atau setara Rp3,55 miliar terkait distribusi gula kristal putih. Uang suapbtersebut berasal dari Direktur Utama PT Fajar Mulia Transindo sekaligus penasihat PT Citra Gemini Mulia, Pieko Nyotosetiadi.

Suap dilakukan agar Dolly dan Kadek memberikan long term contract (LTC) kepada Pieko atas pembelian gula kristal putih yang diproduksi petani gula dan PTPN di seluruh Indonesia. Distribusi gula sejatinya diakomodasi melalui PT PN III selaku holding perkebunan.

Dolly diyakini terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. [ton]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA