Tokoh Papua Singgung Pemimpin Tak Bernurani

IN
Oleh inilahcom
Jumat 15 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Tokoh masyarakat Papua, Christ Wamea, menilai langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan iuran peserta BPJS Kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Merupakan keputusan yang tak mempertimbangkan hati nurani.

Mengingat Keputusan yang diambil Jokowi melalui Perpres Nomor 64/2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan itu dilakukan di tengah rakyat sedang berjuang bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19.

"Pemimpin yg tak bernurani. Saat rakyatnya terpuruk dlm menghadapi wabah virus corona IURAN BPJS KESEHATAN dinaikan," tulis akun Twitter @ChristWamea, dikutip Jumat (15/5/2020).

Menurut dia seharusnya pemerintah berpikir untuk meringankan beban rakyat disaat situasi seperti ini, bukan malah mengambil keputusan yang tambah menyengsarakan rakyatnya.

Diketahui, Keputusan kenaikan iuran BPJS Kesehatan tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan.

Sesuai isi Perpres tersebut, iuran BPJS Kesehatan untuk Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) untuk kelas I dan kelas II akan mulai mengalami kenaikan pada 1 Juli 2020.

Iuran kelas I mengalami peningkatan dari Rp80 ribu menjadi Rp150 ribu per bulan. Sementara iuran kelas II naik dari Rp51 ribu menjadi Rp100 ribu per bulan.

Untuk kelas II baru akan mengalami kenaikan pada 1 Januari 2021. Saat ini, golongan kelas tersebut membayar sebesar Rp25.500 per bulan dengan subsidi iuran dari pemerintah sebesar Rp16.500 per bulan.

Sementara itu, kelas III akan mengalami kenaikan iuran menjadi Rp35 ribu per bulan pada tahun depan. Kenaikan ini terjadi karena pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengurangi subsidi dari Rp16.500 menjadi Rp7.000 per orang setiap bulannya.

Selain mempertimbangkan keputusan MA, perubahan tarif ini juga memperhitungkan kualitas dan kesinambungan program jaminan kesehatan, serta kebijakan pendanaan jaminan kesehatan.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA