Public Relation PGN Raih Penghargaan IPR 2020

IH
Oleh Indra Hendriana
Jumat 15 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19) membuat aktifitas kehidupan terbatas. Namun, informasi yang akurat dan aktual harus tetap tersebar agar masyarakat tercerahkan.

Kondisi ini menuntut peran Public Relation yang tanggap terhadap kondisi perusahaanya, dalam menentukan strategi komunikasi dan informasi.

Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, tidak menjadi halangan untuk mencapai sebuah prestasi bagi Public Relation. Hal ini, telah dibuktikan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyabet penghargaan dalam ajang Indonesian Corporate Branding PR Awards yang diselenggarakan Iconomics.

Dari pengumuman yang lakukan secara virtual, pada Kamis (14/5/2020), PGN menjadi penerima penghargaan pada kategori perusahaan oil and gas. Dalam ajang tersebut, PGN memenuhi penilaian dari sisi pengelolaan brand dan PR di aspek komersial, organisasi dan sosial

Di mana, PGN juga mendapat penghargaan Popular Energy Company for Covid-19 Handling Social Responsibility Activity Strategy, dalam ajang Indonesia Public Relation Award (IPRA) 2020.

Ajang tersebut bermaksud memberikan apresiasi setingg-tingginya terhadap peran dan fungsi Public Relation dalam menopang sebuah perusahaan untuk mewujudkan kinerja yang maksimal.

Penganugerahan Indonesia Corporate Branding PR Award ini melewati proses panjang. Untuk pertama kalinya di Indonesia, sebuah kajian citra perusahaan dibuat atas dasar commercial, organizational, dan social. Ketiga pilar penilaian ditentukan berdasarkan pengalaman bertahun-tahun menjalankan riset corporate brand equity pada puluhan industri.

Iconomics menemukan bahwa ada 9 aspek dalam 3 pilar yang menjamin bahwa sebuah perusahaan dapat mencapai kesuksesan berkesinambungan yaitu:Product & Service Quality Aspect, Size & Presence Aspect, Growth Aspect, Competency Aspect, Employment Welfare Aspect, Cleanliness & Honesty, Social-Environmental Contribution Aspect, Customer Value Aspect, dan Familiarity Aspect.

Sedangkan melalui IPRA 2020, Warta Ekonomi ingin mengapresiasi perusahaan-perusahaan di Indonesia yang terbukti telah mampu menjalankan peran Public Relation yang baik dengan mampu menciptakan pemberitaan yang positif dan citra yang baik di tengah-tengah masyarakat.

Penghargaan ini akan didasarkan pada proses riset yang mendalam lewat beberapa metode. Salah satu adalah media content analysis untuk dapat melihat lebih jauh isi dari sebuah teks dan berbagai pemberitaan terkait perusahaan yang bersangkutan.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate mengatakan, peran Public Relation harus membuat citra Indonesia positif, melalui informasi yang objektif dan membawa semangat positif. "Kepada para insan-insan kehumasan Indonesia khususnya yang diberikan atau yang mendapat award saya mengucapkan selamat sekali lagi, dan pastikan saat ini adalah saatnya dimana kehumasan mengambil peran yang besar pada saat dunia," tuturnya.

Ketua Perhumas Agung Laksmana mengungkapkan, ada fakta menarik, Covid-19 tidak dapat dikontrol, untuk itu Public Relation fokus pada yang bisa dikontrol. Sejak pandemi ini peningkatan 70 persen di web browser artinya banyak banyak diakses lewat digital. Public Relation perlu merubah strategi, pertama beradaptasi mengamati sekeliling kita, sebab tren dan bisnis model berubah.

Kedua, Public Relation harus tau audience bagaimana kebiasaan mereka, faktanya untuk dapat atensi audience hanya dalam 8 detik. Ketiga, Public Relation harus tetap eksis, audience tetap butuh informasi tentang brand perusahaan anda. Ke empat, ini harus jadi inspirasi bagi Public Relation menyediakan konten kratif. harus buat Story sale yang jeli. "Akhirnya praktisi Public Relation harus sadar stategi PR harus marathon bukan sprint," tandasnya. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA