Wabah COVID-19

Jurus Defensif, Dana Kelolaan Danareksa Tumbuh 4%

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 16 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Wabah Corona atau COVID-19, membuat investor semakin hati-hati membenamkan duitnya. Meski begitu, dana kelolaan Danareksa Investment Management masih bisa tumbuh 4%. Alhamdulillah.

Melalui zoom conference caal di Jakarta, Jumat (15/5/2020), Direktur Utama PT Danareksa Investment Management (DIM), Marsangap P Tamba menyampaikan itu kepada wartawan. "Per April 2020, dana kelolaan Danareksa tumbuh 4 persen. Capaian ini cukup banget. Didukung pertambahan produk reksadana," paparnya.

Ya, Marsangap betul. Sejauh ini, DIM mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM), secara year-to-date, tumbuh 4% menjadi Rp35 triliun per April 2020.

Instrumen pendapatan tetap, kata dia, menjadi faktor utama pertumbuhan dana kelolaan reksa dana DIM. Dalam empat bulan terakhir, instrumen tersebut bergerak naik dari Rp22,7 triliun menjadi hampir Rp25 triliun. "Lebih dari 60 persen investasi DIM ada pada instrumen pendapatan tetap termasuk pada obligasi pemerintah dan obligasi korporasi dengan rata-rata peringkat kredit AA," terang Marsangap.

Saat ini, lanjutnya, sebanyak 60% investasi DIM menyasar instrumen pendapatan tetap, seperti obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. Yang rata-rata berperingkat kredit AA. Instrumen tersebutlah yang menjadi faktor utama pertumbuhan dana kelolaan reksadana DIM.

Marsangap mengungkapkan, DIM menerapkan strategi defensif di tengah pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, instrumen investasi berbasis suku bunga (pendapatan tetap, pasar uang, dan terproteksi)

Selain pendapatan tetap, DIM juga menempatkan beberapa produk reksadana berbasis saham pada saham-saham berkapitalisasi besar dengan histori laba yang baik. Marsangap mengatakan tingkat likuditas dari berbagai portfolio DIM saat ini cukup tinggi dan ditempatkan rata-rata pada bank buku III.

Menurut Marsangap, preferensi ini cukup penting untuk menopang kelanjutan investasi jangka panjang. Marsangap melihat fluktuasi jangka pendek akan terus berlanjut di masa yang sulit ini. Oleh sebab itu, memilih instrumen yang tepat untuk investasi sangatlah penting.

"Pemilihan terhadap instrumen yang lebih likuid dan berkualitas tinggi tentunya akan terus menjadi fokus kami sambil memantau peluang yang mungkin terjadi," jelas Marsangap.

Selama pandemi Covid-19 ini, Marsangap mengasumsikan dana kelolaan masih stabil dikisaran Rp 35 triliun. Marsangap mengakui, pembatasan aktivitas sosial yang diberlakukan saat ini menjadi salah satu tantangan dalam bertumbuh. "Meskipun saumsinya stabil, kita tetap antisipasi ada penurunan 10 persen," tutur Marsangap. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA