Dalam Sidang Perkara Suap Dana Hibah KONI

Ulum Sebut Nama Acshanul Qosasih-Andi Togarisman

IS
Oleh Ivan Sethyadi
Sabtu 16 Mei 2020
share
Bekas asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Bekas asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum membeberkan adanya aliran uang ke Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Bahkan, Ulum yang dihadirkan sebagai saksi dalam perkara suap dana Hibah KONI itu juga menyebut nama pihak yang diduga menerima uang untuk pengamanan perkara.

Awalnya, Penasihat Hukum terdakwa Imam Nahrawi menanyakan maksud pertemuan Ulum di Arcadia, Jakarta Selatan yang dihadiri Ending Fuad Hamidy (Sekjen KONI) dan Johny Awuy (Bendahara KONI).

"Bahwa saya ditemui saudara Hamidy, Johnny Awuy di Arcadia membahas permasalahan proposal Rp 25miliar yang dicairkan bulan Desember 2017. Proposal itu terperiksa oleh Kejaksaan Agung. Pertama itu yang harus diketahui," kata Ulum saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (14/5/2020).

Ulum lanjut bercerita bahwa sekita bulan Januari-Februari, Ulum kembali bertemu Hamidy.

"Harus segera diselesaikan, Kejaksaan Agung sekian, BPK sekian dalam rangka pemenuhan penyelesaian perkara kalau nanti saya diminta sebutkan, saya sebutkan namanya," ungkap Ulum.

Majelis hakim kemudian menyela pertanyaan jaksa dan meminta Ulum untuk menjelaskan detail 'berapa' yang dimaksud.

"BPK 3 miliar, Kejaksaan Agung 7 miliar," terang Ulum.

Dihadapan majelis, Ulum bercerita bahwa salah satu asisten deputi internasional di prestasi olahraga menjadi penghubung dengan orang Kejagung.

"Sama yang bapak AQ (inisial-red) itu. Mister Y itu kalau ceritanya Fery Haju itu kalau ga salah yang saya dengar Yunus atau Yusuf," terang Ulum.

Penasihat Hukum kemudian menanyakan siapa yang dimaksud inisial AQ tersebut."Achsanul Qosasih," jawab Ulum

"Kalau Kejaksaan Agung?,"tanya penasihat hukum lagi.

"Adi Togarisman," jawab Ulum. [hpy]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA