Bulog Siap Guyur Beras Bantuan KPM Jabodetabek

IH
Oleh Indra Hendriana
Selasa 19 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan, Bulog siap menyalurkan bantuan beras kepada 1,4 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di Jabodetabek.

Adapun Perum Bulog mendapat penugasan pengadaan beras untuk bantuan sosial sosial. Penugasan diberikan ke Bulog berlangsung sejak 5 Mei hingga 18 Mei 2020.

Kata Tri, hingga Minggu (17/5/2020), realisasi distribusi bantuan beras sudah diberikan kepada 933 ribu KPM atau setara 64,36 persen. "Awalnya untuk 1,9 juta KPM di Jabodetabek, lalu ada koreksi menjadi 1,4 juta KPM," ujar Tri saat konferensi video di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Tri mengatakan tantangan terbesar berada di pimpinan seperti RT, RW, Lurah, dan Camat terkait soal data KPM. Bulog, kata Tri, hanya menyalurkan bantuan sesuai dengan data yang diberikan. "Yang pusing mungkin RW, Camat, Lurah, karena masalah data. Kemensos bilang boleh musyawarah yang penting yang memang berhak dapat bantuan," ucap Tri.

Dia menyampaikan, ketersediaan gula sampai lebaran masih mencukupi. Apalagi bulog telah mengimpor 21.800 ton gula kristal putih dari India untuk pasokan lebaran. Tri menyebut total kuota impor Bulog sebesar 50 ribu ton gula, namun baru tiba 21.800 ton untuk tahap pertama.
"Dari 50 ribu ton, sudah masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok 21.800 Ton. Itu sudah kami sebar ke wilayah. InsyaAllah (cukup) sampai lebaran selesai," ujar Tri.

Tri menyebut proses impor mengalami tantangan lantaran kondisi India yang sedang dalam posisi lockdown. Tri menilai proses impor gula tahap pertama relatif cepat mengingat sudah tiba di Indonesia pada 5 Mei sejak dipesan pada 7 April 2020. Tri menyampaikan 28.200 ton gula diperkirakan ton di Surabaya pada pekan pertama Juni. "Nanti tahap ke dua 28.200 itu di Surabaya," ucap Tri.

Meski terbilang cukup untuk pasokan lebaran, Tri menilai jumlah impor ini masih sangat jauh dari kebutuhan gula nasional yang mencapai 250 ribu per bulan.

Tri berharap BUMN lain seperti RNI dan PPI yang memiliki alokasi importasi yang sama dapat segera melakukan proses impor. Pun dengan para pelaku usaha swasta yang mendapat izin impor gula untuk bersama-sama membantu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. "Meski kami stok kami sedikit tapi kami sudah bisa sebarkan dari Sabang sampai Merauke," kata Tri. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA