SE Menaker Fauziyah Bikin Buruh Sawit Sesak Nafas

IN
Oleh inilahcom
Kamis 21 Mei 2020
share
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah

INILAHCOM, Jakarta - Lebaran tahuin ini, pekerja dan buruh PT Buana Sriwijaya Sejahtera (BSS), harus gigit jari. Lantaran mereka terancam tak bisa menerima Tunjangan Hari Raya (THR) yang menjadi haknya. Waduh, terlalu.

Adalah D Nahrowi, Lembaga Bantuan Hukum Res Publica yang mengungkapkan perkara ini. Para pekerja dan buruh BSS yang berlokasi di Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, bakal tidak menerima THR.

Musababnya, ternyata ada surat edaran Menteri Ketenagakerjaan No: M/6/HI.00.01/V/2020 tetang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan tahun 2020 di Perusahaan dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Beleid itu menyatakan bahwa pembayaran THR dengan dicicil selama tiga bulan.

"Surat edaran menaker itu jelas melanggar PP No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, serta menabrak Permenaker No 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan. Jadi, kami mendesak agar Menaker mencabut surat edaran tersebut," tegas Rowi, Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Menurut Rowi, surat edaran yang diluncurkan Menaker Ida Fauziyah itu, jelas tidak berpihak kepada pekerja atau buruh yang notabene wong cilik. Terkesan kuat, pemerintah lepas tangan terkait kewajiban perusahaan membayar THR yang sudah menjadi hak pekerja atau buruh.

Selain itu, Rowi juga mengkritisi Pemkab Musi Rawas Utara yang jelas-jelas lebih berpihak kepada perusahaan, ketimbang memperjuangkan hak buruh. "Kita mendesak Pemkab Musi Rawas Utara untuk memberikan sanksi kepada perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban membayar THR kepada pekerja. Kalau memang perusahaan tidak mampu bayar, tidak ada salahnya pemkab ikut membantu," tuturnya. [ipe]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA